detikhealth

Abaikan Aturan, Pangeran William Empati dan Peluk Korban Apartemen London

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 19/06/2017 10:45 WIB
Abaikan Aturan, Pangeran William Empati dan Peluk Korban Apartemen LondonFoto: Mirror
Jakarta, Salah satu protokol yang berlaku di kerajaan Inggris adalah larangan bagi mereka yang bukan anggota kerajaan untuk menyentuh anggota kerajaan Inggris, termasuk Pangeran William. Namun demi menenangkan korban kebakaran di apartemen London, ia melanggarnya.

Baru-baru ini Ratu Elizabeth II dan Pangeran William mengunjungi pusat bantuan yang memberikan pertolongan kepada para korban kebakaran Grenfell Tower, London.

Kunjungan ke Westway Sports Centre tersebut dilakukan setelah polisi mengatakan bahwa sebagian korban tewas kebakaran di apartemen tersebut kemungkinan tidak akan pernah teridentifikasi.

Baca juga: Ratu Elizabeth Temui Warga dan Sukarelawan Menara Grenfell

Dalam kunjungannya itu Ratu dan Duke of Cambridge atau Pangeran William bertemu para sukarelawan, penduduk setempat, dan wakil masyarakat. Yang tak biasa, beredar foto Pangeran William tengah memeluk salah satu korban selamat.

Korban tersebut diketahui bernama Fatima Jafari (78). Saat Pangeran menyapanya, Fatima mendadak menangis dan bercerita bahwa suaminya, Ali Yawra (82), sampai saat ini masih menghilang dan belum diketahui nasibnya pasca kebakaran.

Tak peduli dengan protokol yang ada, Pangeran William lantas memeluknya dengan erat dan menenangkan Fatima. Pangeran berkata bahwa dirinya akan berupaya untuk menemukan sang suami, dan meminta Fatima untuk bersabar.

Baca juga: Saat Memeluk Sapi Dijadikan Terapi Agar Seseorang Lebih Rileks

"Ratu dan pangeran datang kesini dan memberi dukungan psikis untuk saya, mereka benar-benar orang yang peduli," ujar Fatima, seperti dikutip dari Daily Mail.

Meski sederhana, dukungan moral dan psikis seperti pelukan yang dilakukan Pangeran William nyatanya dari segi medis juga berdampak besar. Berpelukan disebut-sebut mampu memicu berbagai reaksi yang menguntungkan bagi kesehatan.

Ketika berpelukan, terjadi perubahan hormonal di dalam tubuh. Dampaknya cukup luas, mulai dari level stres yang berkurang hingga tekanan darah yang menjadi lebih stabil. Bagi jantung, ini tentu menguntungkan.

Berpelukan bisa memicu pelepasan hormon dopamin dan oksitosin. Keduanya dikenal sebagai hormon bahagia. Sementara itu, sebuah penelitian di University of Wisconsin membuktikan bahwa pelukan bisa menurunkan kadar kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.

Baca juga: Pelukan 20 Detik, Tips Jitu dari Ridwan Kamil untuk Hilangkan Stres

(ajg/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit