detikhealth

Minyak Kelapa Tidak Sesehat yang Kita Pikir, Benarkah?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Senin, 19/06/2017 11:36 WIB
Minyak Kelapa Tidak Sesehat yang Kita Pikir, Benarkah?Minyak kelapa tidak sesehat yang selama ini sering dianggap. (Foto: Getty Images)
Jakarta, Kebanyakan orang tahu bahwa minyak kelapa adalah salah satu minyak yang disebut-sebut lebih baik untuk tubuh. Minyak kelapa yang dijual di pasaran mengklain bahwa lemak di dalamnya lebih baik dari pada lemak jenuh lainnya.

Namun menurut ahli jantung di Amerika Serikat seperti dilansir dari BBC, minyak kelapa sama tidak sehatnya dengan lemak daging sapi atau mentega. Sama halnya menurut American Heart Association (AHA) bahwa lemak jenuh pada minyak kelapa juga dapat meningkatkan kolesterol jahat.

Mengonsumsi makanan yang menandung lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk dalam darah, yang nantinya dapat menyumbat arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Beberapa orang mengatakan bahwa campuran lemak dalam minyak kelapa tetap dijadikan pilihan yang sehat, namun AHA mengatakan bahwa tidak ada bukti penelitian yang baik tentang ini.

Baca juga: Bulletproof Diet: Langsing dengan Makan Lemak Plus Minum Kopi Mentega

Menurut AHA, 82% lemak dalam minyak kelapa sudah jenuh. Yang berarti lebih tinggi dari pada kandungan lemak jenuh pada mentega yaitu 63 persen, pada lemak daging sapi 50 persen dan lemak babi 39 persen.

"Kami ingin segera membuat catatan penelitian ilmiah tentang pembatasan lemak jenuh dalam makanan untuk mencegah penyakit pada jantung dan pembuluh darah," ujar pendiri AHA, Dr Frank Sacks seperti dikutip dari BBC, Senin (19/6/2017).

Di Inggris, General Health England menyarankan orang untuk mengurangi lemak jenuh. Rata-rata pria tidak boleh mengonsumsi lemak jenuh lebih dari 30g dan wanita tidak lebih dari 20g lemak jenuh setiap harinya.

Namun para ahli menekankan bahwa lemak masih merupakan bagian penting dari diet seimbang dan sehat. Lemak merupakan sumber asam lemak esensial dan membantu tubuh menyerap vitamin, seperti A, D dan E.

Victoria Taylor dari British Heart Foundation mengatakan bahwa makan dengan baik untuk kesehatan jantung bukan hanya tentang mengurangi lemak tapi juga mengurangi lemak jenuh dan menggantikannya dengan lemak tak jenuh.

"Kami merekomendasikan untuk mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh, yaitu dengan memilih makanan seperti alpukat, ikan berminyak, kacang-kacangan dan biji-bijian, bukan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi seperti kue, biskuit, coklat dan daging berlemak," pungkasnya.

Baca juga: Berapa Kali Minyak Gorengan Bisa Dipakai? Ini Kata Ahli Gizi(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close