detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan

Haruskah Istri Berhenti Bekerja Setelah Menikah?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 22/06/2017 07:34 WIB
Haruskah Istri Berhenti Bekerja Setelah Menikah?Setelah menikah istri diminta suami untuk resign, karena dirasa seorang istri lebih pantas di rumah dan urus anak. Bagaimana tanggapan psikolog? (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Halo Mbak Wulan, apa kabar? Moga baik ya. Saya ingin bertanya Mbak. Beberapa bulan lagi saya ingin menikah. Saat ini saya masih bekerja. Tapi rencananya setelah menikah saya diminta suami untuk resign, karena dirasa seorang istri lebih pantas di rumah dan urus anak. Di samping itu juga suami merasa mampu untuk menafkahi keluarga kami kelak.

Sebenarnya sih dalam hati saya yang terdalam, saya ingin tetap bekerja. Kira-kira bisa nggak ya saya tetap memperjuangkan keinginan saya? Apa memang istri seharusnya di rumah? Mohon pencerahannya ya Mbak. Terimakasih banyak.

B (Perempuan, 29 tahun)

Jawaban

Halo, Mbak B,

Kabar saya baik. Mendoakan Anda juga dalam keadaan baik ya.

Bekerja atau tidak bekerja setelah menikah memang sebenarnya tidak melulu tentang finansial, tetapi juga mengenai independensi intelektual. Barangkali ini yang kurang dipahami oleh calon suami ya. Tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena bisa saja ia dibesarkan dengan nilai-nilai dimana peran suami adalah mencari nafkah dan istri di rumah mengurus anak.

Tentu saja Anda masih boleh memperjuangkan keinginan Anda untuk bekerja. Orang yang sudah biasa bekerja, kemudian tidak berkegiatan juga bisa menimbulkan stres tersendiri nantinya. Sebaiknya diskusikan lagi harapan-harapan setelah menikah dengan pasangan, tidak hanya harapan Anda tetapi juga pasangan. Setiap tahapan pernikahan biasanya membutuhkan penyesuaian, akan lebih baik memang jika sudah dibahas sejak Anda belum menikah untuk menjadi bahan pertimbangan.

Topik untuk bekerja setelah menikah termasuk salah satu yang cukup penting untuk dibicarakan. Jangan sampai ada kekecewaan ketika secara tiba-tiba Anda diminta untuk berhenti bekerja bukan? Diskusikan dan kompromikan dengan pasangan bagaimana kalian berdua mau menjalani pernikahan. Misalnya, sebelum memiliki anak Anda masih bisa bekerja, dan baru berhenti ketika sudah memiliki anak. Atau bisa juga dengan alternatif pekerjaan yang memang bisa dilakukan di rumah, seperti membuka bisnis online, dsb.

Selain pekerjaan, nilai-nilai dalam keluarga pasangan dan nilai-nilai keluarga Anda juga perlu didiskusikan. Misalnya, ketika suami mengijinkan Anda bekerja, bisa jadi Anda justru ditekan oleh mertua untuk berhenti, dsb. Tidak ada salahnya juga jika Anda dan pasangan untuk melakukan Konseling Pranikah, untuk bisa melihat potensi-potensi masalah lainnya, dari berbagai aspek, yang bisa terjadi dan bagaimana Anda berdua menyikapinya.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit