detikhealth

Dokter Anestesi Meninggal Saat Piket Lebaran, Akibat Overworked?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 28/06/2017 10:37 WIB
Dokter Anestesi Meninggal Saat Piket Lebaran, Akibat Overworked?Foto: @blogdokter
Jakarta, Selain ucapan belasungkawa, berbagai komentar juga mewarnai kabar meninggalnya seorang dokter anestesi saat piket Lebaran. Banyak yang meyakini, dr Stefanus Taofik, SpAn mengalami overworked.

Di media sosial (medsos), kabar tersebut antara lain disebarkan oleh akun @blogdokter di twitter. Disebutkan, sang dokter meregang nyawa karena jaga 4 hari berturut-turut di 3 rumah sakit untuk memberi kesempatan seniornya berlebaran.

Detail informasi tentang hal itu memang masih simpang siur. Informasi lain menyebut dr Stefanus bekerja 3 hari berturut-turut, dan bahkan ada pula yang menyebut 5 hari berturut-turut.

Baca juga: Viral, Seorang Dokter Anestesi Dikabarkan Meninggal Saat Piket Lebaran

Sekjen Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi mengatakan, tuntutan kerja seorang dokter anestesi memang sangat tinggi. Mereka harus siap bertugas kapan saja, sehingga di setiap rumah sakit selalu disediakan ruang jaga di ruang operasi.

"Harus siap 24 jam," kata dr Adib saat dihubungi detikHealth, Rabu (28/6/2017).

Baca juga: Duh, Studi Ini Sebut Bonus bagi Pekerja Justru Picu Overwork

Apakah penyebab meninggalnya dr Stefanus memang karena overwork, dr Adib menyebut IDI masih mengumpulkan informasi. Tidak menutup kemungkinan, ada riwayat tertentu yang meningkatkan risiko kematian mendadak.

Terlepas dari hal itu, dr Adib menyebut perlunya ada standarisasi beban kerja. Menggantikan senior untuk tugas jaga, diakuinya kadang-kadang memang sering dilakukan para dokter muda. Walaupun menyenangkan, batas kemampuan fisik tetap harus diperhitungkan.

Baca juga: Dokter Meninggal Saat Piket Lebaran, Perdatin Tunggu Laporan Resmi(up/hrn)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit