detikhealth

Artikel 18+

Mr P Disetrum Diklaim Jadi Terapi Baru yang Efektif untuk Impotensi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 30/06/2017 11:21 WIB
Mr P Disetrum Diklaim Jadi Terapi Baru yang Efektif untuk ImpotensiTak semua pria dengan disfungsi ereksi bisa sembuh hanya dengan mengonsumsi Viagra. (Foto: Getty Images)
Jakarta, Kehadiran Viagra sempat menghebohkan dunia lantaran khasiatnya yang luar biasa bagi pria-pria dengan gangguan ereksi. Namun nyatanya tak semua pria merasakan manfaat yang sama.

Kondisi ini mendorong sejumlah peneliti untuk mengembangkan metode-metode pengobatan baru. Menariknya, yang dianggap memiliki potensi meyakinkan adalah extracorporeal shockwave therapy (ESWT) alias terapi kejut listrik.

Kepada Daily Star, Vijay Sangar, MD, ahli urologi dari Spire Manchester Hospital menjelaskan cara kerja terapi ini.

"Sederhananya, terapi ini menggunakan gelombang listrik berintensitas rendah untuk menghasilkan sinyal-sinyal kimiawi dalam penis sehingga terbentuk pembuluh darah baru," terangnya.

Menurutnya, terapi ini dapat mengembalikan aliran darah darah yang menurun seperti halnya yang terjadi pada pasien penyakit jantung koroner. Faktanya, lanjut Vijay, teknologi serupa juga telah dipergunakan pada pasien penyakit jantung.

Namun pada terapi ini, peningkatan aliran darah ke penis pasien diharapkan dapat mengembalikan kemampuan ereksinya."Pasien akan diberi setrum sebanyak 1.500 kali tiap sesi tetapi intensitasnya rendah," imbuhnya.

Karena intensitas setrumnya rendah, berarti pasien tidak akan merasakan sakit sama sekali meski disetrum. Cuma geli saja.

"Ini tidak terasa sakit sama sekali dan efek sampingnya minim. Sebagian pasien memang merasakan ketidaknyamanan di bagian dasar penis selama dua minggu tetapi ini akan hilang dengan sendirinya," jelasnya.

Baca juga: Cek Dulu, 5 Hal Ini Bisa Jadi Indikasi Kuat Anda Impoten

ESWT dilaporkan efektif pada 70 persen pasien disfungsi ereksi dan dapat mengembalikan ereksi mereka hingga dua tahun lamanya.

Dari ujicoba yang melibatkan 112 pria berusia 37-80 tahun, 57 persen mengaku kembali merasakan ereksi alami mereka setelah menjalani terapi selama lima minggu.

Dan ketika hasil studi ini dipaparkan dalam Congress for the European Society for Sexual Medicine beberapa waktu lalu, 72 persen dari 192 pakar yang hadir juga meyakini bahwa terapi kejut listrik ini efektif untuk mengobati disfungsi ereksi.

Meski demikian, terapi ini dianggap masih belum bisa diberikan kepada pasien, kendati sejumlah negara sudah memperbolehkannya.

Pertama, masih perlu dilakukan ujicoba untuk mengetes tingkat keamanan dan efektivitasnya karena dalam percobaan sebelumnya, ada beberapa pasien yang hanya memperlihatkan sedikit kemajuan saja. Kedua, peralatan terapinya pun masih dikaji oleh FDA di Amerika.

Vijay menambahkan, tiap pasien membutuhkan dua sesi terapi perminggunya selama tiga minggu. Tiap sesi diperkirakan berlangsung selama 15-20 menit saja.

Setelah itu pasien diberi jeda selama tiga minggu untuk kemudian menjalani terapi sekali lagi untuk tiga minggu berikutnya. "Jadi total ada 12 kali terapi, lantas efeknya biasanya baru terlihat setelah 8 minggu," katanya.

Namun diakui Vijay, biaya yang harus dikeluarkan untuk terapi ini terbilang cukup mahal, yaitu berkisar antara 2.000-4.000 poundsterling (sekitar Rp 33-67 juta).

Baca juga: Sering Tak Disadari, Penis yang 'Ereksi' Bisa Juga Mengalami Disfungsi(lll/mrs)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit