detikhealth

Psikiater
dr Andri, SpKJ, FAPM

dr Andri, SpKJ, FAPM
Psikiater, Psychosomatic Medicine Specialist
Klinik Psikosomatik Omni Hospitals Alam Sutera
Twitter: @mbahndi

Sering Marah dan Menangis Tanpa Sebab, Apa Penyebabnya?

Selasa, 04/07/2017 14:20 WIB
Sering Marah dan Menangis Tanpa Sebab, Apa Penyebabnya?Ilustrasi wanita menangis/Foto: Thinkstock
Salam sejahtera Dok. Ada beberapa hal yang saya ingin sampaikan tentang diri saya. Awalnya saya memang tipikal orang yang pemarah. Tapi makin lama hingga sekarang emosi saya makin memuncak Dok, sering menangis, gelisah, cemas, merasa banyak beban dan tekanan padahal saya sendiri tidak tahu apa yang membuat saya seperti itu.

Terkadang hal-hal yang wajar saja bisa membuat saya marah, kesal, dan nangis bahkan tanpa penyebab pun perilaku saya juga demikian. Dan akhir-akhir ini saya sudah beberapa kali menyakiti diri saya sendiri seperti membenturkan kepala, pukul-pukul badan, menjambak-jambak rambut.

Saya juga sering sekali berdiam diri dengan waktu yang cukup lama tanpa memikirkan apapun. Saya pun sering merasa kalau diri saya tidak berharga bagi siapapun.

A (Perempuan, 20 tahun)

Jawaban

Buat Saudari yang sedang merasa dirinya tidak berharga,

Gejala yang dialami memang bisa dialami oleh beberapa pasien dengan gangguan depresi. Kondisi depresi biasanya ditandai dengan adanya suasana perasaan hati yang menurun (mood yang sedih) dan kehilangan minat terutama terhadap apa yang dulu dinikmati.

Orang yang mengalami depresi bisa mengalami putus asa atau kehilangan harapan. Dia juga bisa merasakan kelelahan atau malas melakukan sesuatu. Kondisi ini berlangsung selama paling sedikit dua minggu yang disertai oleh menurunnya kualitas hidup dan kesulitan untuk menjalani fungsi sehari-hari.

Beberapa pasien depresi bisa timbul sebagai gejala agresifitas verbal atau fisik. Dia juga bisa menjadi orang yang sangat sensitif apalagi terhadap penolakan. Beberapa kasus depresi dengan latar belakang kepribadian ambang (borderline personality) bisa cenderung untuk menyakiti diri jika kondisi perasaanya sangat menurun. Atau bisa juga agresifitas terhadap orang lain tersebut jadi dialihkan ke diri sendiri.

Ada baiknya segera berkonsultasi ke psikiater atau psikolog terdekat di kota Anda. Jangan tunda untuk mengobati depresi karena hal ini bisa diobati dan dapat pulih. Semoga membantu. Salam sehat jiwa.

dr Andri, SpKJ, FAPM
Psikiater, Psychosomatic Medicine Specialist
Klinik Psikosomatik Omni Hospitals Alam Sutera
(021) 29779999
Twitter: @mbahndi
https://psikosomatik-omni.blogspot.com(hrn/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit