detikhealth

Artikel 18+

Pria Nikahi Boneka Seks Bisa Jadi Memiliki Masalah Kejiwaan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 07/07/2017 19:49 WIB
Pria Nikahi Boneka Seks Bisa Jadi Memiliki Masalah KejiwaanMenurut pakar, pria yang menikahi boneka seks bisa jadi mempunyai masalah kejiwaan. (Foto: Getty Images)
Jakarta, Meningkatnya penggunaan boneka seks oleh pria-pria Jepang menimbulkan kekhawatiran. Apalagi, kini sudah ada pria yang tidak hanya melampiaskan hasrat seks melalui boneka, namun juga menikahi boneka tersebut.

dr Andri, SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, mengatakan sejatinya penggunaan boneka seks adalah untuk melampiaskan kebutuhan biologis yang sulit tersalurkan. Sehingga, fungsinya adalah sebagai alat bantu atau mainan seks semata.

Baca juga: Robot Seks Makin Populer, Ini Sisi Gelap yang Dikhawatirkan Para Ahli

"Kalau boneka seks digunakan seperti masturbator yang berbentuk vagina sebagai alat bantu ketika pasangan tidak ada, ya tidak masalah. Tapi kalau sudah sampai ingin hidup bersama bonekanya, sampai jatuh cinta dan ingin menikah dengan bonekanya itu ya bisa disebut mengalami masalah kejiwaan," tutur dr Andri kepada detikHealth.

Baca juga: Rendah Diri dan Tidak Pede Bikin Pria Lampiaskan Hasrat Seks dengan Boneka

Menurut UU Kesehatan Jiwa No.18 tahun 2014, orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan dan atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa.

Hal ini berbeda dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diidentifikasi sebagai orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang bermanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

Baca juga: Pria-pria Ini Pilih Melampiaskan Hasrat Seks dengan Boneka

Dikatakan dr Andri, masalah kejiwaan yang dialami oleh pria yang menikahi boneka seks bisa berupa rasa percaya diri atau rendah diri yang sangat kuat. Hal ini mendorong mereka untuk menjauhi kontak sosial dengan perempuan ataupun manusia lainnya.

Selain itu, orang dengan masalah kejiwaan juga rentan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma dan etika di masyarakat. Menikahi benda mati, apapun bentuknya, tentu saja tidak sesuai dengan norma dan etika budaya ketimuran seperti di Jepang.

"Karena pada dasarnya manusia kan harus berhubungan (seks) dengan manusia juga, bukan dengan mati. Dibikin semirip apapun (boneka dan robot seks) tetap saja benda mati, tidak bisa menggantikan manusia," tambahnya lagi.

Baca juga: Mengintip Proses Pembuatan Robot Seks di Pabriknya(mrs/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit