detikhealth

Artikel 18+

Cerita di Balik Pria yang Memotong Mr P-nya Sendiri

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 11/07/2017 07:42 WIB
Cerita di Balik Pria yang Memotong Mr P-nya SendiriPria ini mengaku memotong kemaluannya sendiri karena depresi. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta, Rapper Andre Johnson dari Los Angeles, Amerika Serikat, pada tahun 2014 lalu sempat membuat heboh karena melakukan aksi ekstrem. Ia memotong penisnya sendiri lalu terjun dari lantai dua sebuah gedung di Hollywood.

Beberapa tahun berlalu, nyawa Andre berhasil diselamatkan namun dokter mengkonfirmasi bahwa penisnya tidak bisa disambungkan kembali. Kepada media setempat Andre bercerita mengapa ia melakukan perbuatannya itu, yaitu karena dilatarbelakangi depresi.

Ketika masuk dunia hiburan sebagai rapper, Andre harus memasang citra diri bahwa dirinya pria maskulin yang tidak lemah. Setiap ada masalah Andre menahan diri bercerita ke orang lain sehingga ia lari menggunakan zat-zat berbahaya sebagai pelampiasan.

Baca juga: Depresi karena Tak Kunjung Punya Kekasih, Pria Ini Nekat Potong Penis

"Di lingkungan saya, Anda tidak memberitahu orang lain kalau Anda sedang depresi atau semacamnya. Ketika kami punya masalah, kami lari ke narkoba. Seperti 'kamu lagi ada masalah coba hisap ini, minum ini. Kamu perlu nge-fly'," ungkap Andre seperti dikutip dari BBC, Selasa (11/7/2017).

Masalah Andre dengan depresi terus semakin memuncak ketika sang ibu meninggal. Ia merasa ada kekosongan di hati dan berpikir mungkin memiliki anak adalah jawaban untuk mengatasi hal tersebut. Bersama istrinya ketika itu, Andre pun akhirnya memutuskan memiliki anak.

Namun karena Andre masih terus menggunakan narkoba dan perlakuannya kasar, sang istri meminta bercerai. Selain bercerai pengadilan juga mengeluarkan surat perintah agar Andre tidak dekat-dekat dengan sang anak.

Beberapa waktu berlalu Andre pun mengenal wanita lain yang kini menjadi istri keduanya, Amatullah. Andre memiliki anak bersama Amatullah tapi lagi-lagi karena perlakuan kasarnya ia mendapat perintah pengadilan untuk menjauhi sang anak.

"Rasanya sangat menakukan karena saya melihat pola kejadian yang sama terulang lagi," kenang Andre.

"Pikiran kelam yang destruktif terus mengisi kepala saya yang sedang berada di bawah pengaruh obat-obatan. Saya akhirnya berpikir 'ah masa bodo. Mungkin saya lebih baik tanpa ada benda ini (penis -red) jadi enggak bisa punya anak lagi. Yang sudah ada saja saya begitu buruk merawatnya," lanjut Andre.

Setelah mendapat pertolongan, Andre bercerita dirinya kini sudah lebih baik meski terkadang masih mengalami depresi ringan. Menurutnya penting agar orang-orang menyadari tentang kesehatan mental sehingga tidak ada lagi yang terlambat mendapat pertolongan mengalami apa yang ia alami atau bahkan lebih parah.

Untuk urusan seks sendiri, Andre mengaku bahwa ia masih bisa menikmati momen intim bersama Amatullah. "Saya masih bisa (bercinta). Sama seperti dulu," pungkasnya.

Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan Saat Penis Terpotong(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit