detikhealth

Diet Experience

Terinspirasi Adinia Wirasti, Richa Sukses Turunkan Bobot 20 Kg!

Richa Rachma Mutiara - detikHealth
Rabu, 12/07/2017 11:35 WIB
Before
After
Cileungsi - Awalnya Richa Rachma Mutiara (25) sempat tak percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Punya tinggi badan 154 cm dan berat badan 66 kg, Richa sering diejek gemuk oleh teman-temannya.

Bosan terus diejek, akhirnya Richa mencari cara untuk bisa menurunkan berat badan. Ditambah dengan motivasi untuk bisa bugar seperti idolanya, Adinia Wirasti, akhirnya berat badan Richa berhasil turun sebanyak 20 kg. Berikut kisah lengkap dietnya, seperti ditulis detikHealth pada Rabu (12/7/2017):

Baca juga: Food Combining Plus Rutin Zumba, Dini Turun Berat Badan 9 Kg

Bentuk tubuh yang ramping adalah impian hampir semua wanita, sayangnya pola hidup yang semakin modern membuat orang-orang tidak memerhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh. Salah satunya adalah saya.

Sebelum saya sadar akan bahayanya obesitas, saya tidak peduli bentuk tubuh saya seperti apa. Apapun yang saya ingin makan, ya saya makan tanpa memerhatikan kalori dan kandungan lemaknya.

Saya mungkin terlihat sangat tidak menarik pada saat itu. Tinggi badan hanya sekitar 154 cm dan berat badan 66 kg. Sampai pada akhirnya teman-teman saya sering mengejek kalau saya gemuk, gendut, badak, dan sebagainya. Saya pun sampai pada batas titik keminderan.

Saya tidak percaya diri lagi ketika saya dibilang gendut oleh teman-teman saya. Lalu pada september 2014 saya memutuskan untuk menurunkan berat badan. Awalnya ragu, apa iya saya yang segendut itu bisa kurus lagi? Akan tetapi pada akhir 2014 sedang tren program penurunan berat badan dengan diet mayo. Saya pun penasaran apa itu diet mayo.

Awalnya saya pikir diet mayo itu makan dengan menggunakan mayones, tapi ternyata salah besar. Setelah dapat info tentang diet itu, kemudian saya mencobanya selama 2 minggu. Saya makan sayur-mayur seperti bayam, sawi hijau/putih, kailan, buncis, wortel, selada, dan brokoli.

Sedangkan lauknya saya pilih tahu atau tempe dan telur direbus. Selama kurun waktu 2 minggu saya tidak makan masakan yang mengandung gula/glukosa dan garam. Semuanya plain dan hambar.

Memang awalnya sangat tidak biasa. Badan terasa lemas, pusing, tapi setelah 4 hari tubuh saya sudah beradaptasi dengan pola makan seperti itu. Saya juga tidak mengonsumsi minuman berwarna dan berasa kecuali hanya air putih.

Setelah 2 minggu menjalani diet mayo, saya mencoba menimbang berat badan saya dan ternyata berat saya turun 5 kg. Saya kemudian terinspirasi oleh Adinia Wirasti. Pada sebuah acara talkshow ia sempat bercerita tentang pola hidup sehatnya. Tubuhnya pun tampak bugar dan berotot. Saya sangat kagum.

Di media sosialnya, saya sering melihat pola hidup sehat seperti apa yang ia lakukan. Ternyata kuncinya adalah olahraga. Olahraga supaya bisa makan apa saja tetapi bentuk tubuh tetap terjaga. Olahraga yang Adinia lakukan salah satunya yoga.

Akhirnya saya mencoba sendiri yoga tersebut dengan bermodalkan laptop dan Youtube. Setiap pagi jam 8 saya selalu menyetel Youtube untuk mengikuti gerakan yoga tersebut. Merasa yoga saja kurang cukup, akhirnya saya juga mencari-cari video zumba yang membuat saya tetap berkeringat dalam waktu kurang lebih 1 jam.

Untuk olahraga saya tidak perlu biaya yang mahal misalnya harus beli alat ini itu atau berlangganan ke gym. Saya benar-benar hanya bermodalkan wifi untuk mencari video di Youtube atau jalan kaki minimal 30 menit, saya tidak keberatan untuk jalan kaki karena memang saya sudah terbiasa jalan kaki.

Pola makan saya pun berubah. Saya tetap tidak memilih untuk makan karbohidrat dari nasi putih, saya hanya makan sayur lauk nya tempe atau tahu dan telur. Saya menghidari daging agar supaya bisa cepat menurunkan berat badan.

Untuk cemilan saya biasanya membeli buah-buahan seperti semangka, melon yang sangat kaya akan air agar tidak dehidrasi, pisang, pepaya, mangga. Untuk memenuhi asupan kalsium saya minum susu skim non fat.

Pola hidup itu saya lakukan sampai sekarang untuk menjaga berat badan. Walaupun tidak lagi sering yoga atau zumba, tapi saya masih rutin berenang. Total penurunan berat badan saya sekitar 20 kg. Pesan saya, carilah program diet yang sesuai dengan tubuh Anda, jangan sampai Anda memaksakan program diet akan tetapi tubuh Anda tidak bisa menerima sehingga Anda malah bisa jatuh sakit.

Baca juga: Rutin Freeletics dan Berenang, Hendrik Berhasil Turun Bobot 15 Kg!


(ajg/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit