detikhealth

Maskapai di Spanyol Didenda karena Paksa Pelamar Tes Kehamilan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 14/07/2017 14:06 WIB
Maskapai di Spanyol Didenda karena Paksa Pelamar Tes KehamilanSebuah maskapai penerbangan di Spanyol terkena imbasnya karena mensyaratkan tes kehamilan untuk pelamar posisi kru kabin alias pramugari. (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Sejumlah pekerjaan memang mensyaratkan calon pegawainya untuk tidak menikah atau tidak memiliki pasangan terlebih dahulu. Tetapi perusahaan yang satu ini dianggap berlebihan.

Adalah Iberia Airlines, maskapai plat merah milik pemerintah Spanyol yang mensyaratkan pelamar posisi kru kabin atau pramugari pada perusahaannya untuk melakukan tes kehamilan.

Penggunaan tes kehamilan ini pertama kali ditemukan oleh petugas inspeksi dari pemerintah Balearic Islands, Spanyol. Namun ketika diklarifikasi, pihak maskapai mengatakan tujuan mereka memberlakukan kebijakan ini bukan untuk menghindari pelamar-pelamar yang sedang berbadan dua, tetapi memastikan pelamar ditempatkan pada posisi yang tidak menimbulkan risiko pada kehamilannya.

Alasan ini tidak dapat diterima oleh otoritas yang berbasis di Mallorca, ibukota Balearic Islands tersebut. Mereka menganggap kebijakan Iberia Airlines itu adalah bentuk diskriminasi gender. Demikian seperti dilaporkan The Telegraph.

Iago Negueruela, sekretaris bidang industri, perdagangan dan tenaga kerja di Balearic Islands berpendapat, "Iberia tidak meminta pelamar pria untuk memberitahukan apakah mereka akan jadi ayah atau tidak. Jadi segala praktik rekrutmen seperti ini tidak boleh ada dalam bursa kerja manapun," tegasnya kepada radio Cadena Sur.

Lagipula dalam hukum Spanyol, setiap pegawai wanita hanya perlu memberitahukan atasan atau perusahaannya bahwa mereka sedang mengandung setelah diterima bekerja. Dan karenanya mereka tidak boleh dikenai hukuman ataupun dipecat.

Baca juga: 'Positif Palsu', Saat Testpack Bergaris Dua Padahal Tak Hamil

Otoritas setempat akhirnya memutuskan untuk menjatuhkan denda kepada Iberia Airlines sebesar 29.000 dollar AS atau setara dengan lebih dari Rp 380 juta.

Sejak itu pula, pihak maskapai memutuskan untuk menghapus protokol tersebut. "Belajar dari kontroversi tersebut, kami takkan lagi memasukkan tes kehamilan ke dalam pemeriksaan kesehatan untuk pegawai baru," ungkap Dr Maria Teresa Garcia Menendez, juru bicara maskapai dalam pernyataannya.

Meski demikian, Iberia Airlines menegaskan tidak pernah menolak calon pelamar yang memiliki kualifikasi tinggi namun dalam keadaan mengandung. Sejak tahun 2016, Iberia mengaku telah memindahkan 60 pekerja wanitanya ke posisi yang berbeda ketika mereka sedang berbadan dua.

Baca juga: Testpack Juga Bisa Positif Meski Keguguran di Awal Kehamilan

Kabar tentang adanya tes kehamilan dalam rekrutmen pegawai di maskapai ini pun sontak menimbulkan kecaman dari netizen di media sosial. Bahkan sebagian netizen juga mengancam akan memboikot maskapai ini karena kebijakan tersebut.

"Ini adalah murni diskriminasi. Iberia tahu ini ilegal tetapi mereka tetap melakukannya," tulis seorang netizen lewat laman Twitternya.

"Saya tak tahu mana yang lebih memalukan @Iberia, apakah dendanya atau penjelasan yang Anda berikan terhadap tindakan yang jelas-jelas diskriminasi ini," tulis lainnya.

Secara umum, panduan dari American Congress of Obstetrics and Gynecologists mengungkapkan bahwa terlepas dari ada tidaknya komplikasi pada kehamilan, ibu hamil baru boleh bepergian dengan pesawat terbang saat usia kandungannya memasuki 36 pekan.(lll/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit