detikhealth
Konsultasi Laktasi
dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC

Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat

Bayi Diberi Tambahan Sufor, Masihkah Bisa Disebut 'ASI Eksklusif'?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 14/07/2017 15:48 WIB
Bayi Diberi Tambahan Sufor, Masihkah Bisa Disebut ASI Eksklusif?Ilustrasi ibu menyusui/Foto: thinkstock
Jakarta, Dokter, saya baru saja melahirkan. Saya mau tanya Dok, jika susu formula diberikan saat ASI eksklusif apakah masih disebut sebagai ASI eksklusif Dok? Mohon penjelasannya ya Dok. Terimakasih.

Marina (Perempuan, 28 tahun)

Jawaban

Selamat pagi Ibu Marina, terimakasih atas pertanyaannya. Bayi yang asupan utamanya bukan dari ASI saja (misalnya ditambah pengganti ASI seperti susu formula) bukan disebut dengan ASI eksklusif lagi, melainkan mixed-feeding.

Semua bayi sejak ia baru dilahirkan sampai benrusia 2 tahun berhak mendapatkan haknya yaitu disusui oleh ibunya. Disusui dalam hal ini bukan hanya diberikan ASI melainkan juga mendapatkan kasih sayang dan ikatan batin (bonding) yang terdapat dalam proses menyusui langsung (menetek).

Bayi yang diberikan susu formula akan lebih rentan untuk mengalami penyakit-penyakit seperti infeksi saluran napas, infeksi saluran cerna, infeksi telinga, alergi, gagguan kardiovaskular, obesitas, dan lain-lain. Ibu yang tidak menyusui bayinya juga akan lebih rentan untuk menderita penyakit-penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, obesitas, osteoporosis, kanker payudara, kanker indung telur, Alzheimer, dan lain-lain.

Selain itu, bayi yang sudah diberikan susu formula kebutuhan kalorinya sudah dipenuhi oleh susu formula tersebut. Perutnya akan kenyang oleh susu formula sehingga ia sudah tidak tertarik lagi jika ditawarkan untuk menetek. Lama kelamaan ASI ibu akan berkurang karena bayi menjadi lebih jarang menetek ke payudara, sehingga nantinya bayi sulit untuk mendapatkan haknya menetek sampai usia 2 tahun.

Jika saat ini bayi ibu sudah mendapatkan susu formula, sebaiknya ibu dan keluarga datang ke klinik laktasi untuk mengembalikan bayi kepada haknya, yaitu disusui dan mendapatkan ASI. Di klinik laktasi juga akan diperiksa apakah bayi ibu mendapatkan cukup ASI, kendala pada saat menyusui, dan status gizi bayi.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat
www.rspermatadepok.com(hrn/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close