detikhealth

Ingin Bullying Diberantas? Psikolog: Kuncinya Sejak dari Keluarga

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 17/07/2017 09:36 WIB
Ingin Bullying Diberantas? Psikolog: Kuncinya Sejak dari KeluargaBukan hanya remaja berkebutuhan khusus yang merasakan bullying, tetapi hampir semua anak pernah mengalaminya. Bagaimana cara memutus mata rantainya? (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Jakarta, Bullying atau perundungan nyata-nyata tidak hanya dialami oleh anak atau remaja berkebutuhan khusus, tetapi mungkin hampir semua orang pernah mengalaminya.

Lantas bagaimana memutus mata rantai ini? "Wah ini sih never ending problem ya. Jangankan anak berkebutuhan khusus, anak biasa juga mengalaminya," tandas psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi.

Apalagi bullying di Indonesia rata-rata bersifat sistematis, dan seringkali tidak disadari, kecuali mungkin oleh korban.

Baca juga: Sorak-sorai ketika Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Di-bully

Untuk itu bila ingin bullying diberantas, maka edukasinya harus dilakukan secara luas. Namun yang terpenting adalah memberikan pemahaman yang tepat sejak seseorang berada di unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.

"Children see, children do. Anak melihat orang tua menghalalkan segala cara, termasuk fisik untuk menyelesaikan masalah. Di situ mereka akan meniru," terangnya kepada detikHealth baru-baru ini.

Dengan melihat orang tua yang seperti ini, anak merasa begitulah caranya memecahkan masalah yang benar. "Ingat, kekerasan itu beda tipisnya dengan galak. Orang tua sendiri sering tidak menyadari itu," imbuhnya.

Psikolog yang berpraktik di RaQQi - Human Development & Learning Centre tersebut menambahkan, dengan penanaman dan pembentukan perilaku di keluarga sangatlah krusial karena akan menentukan perilaku masyarakat.

Baca juga: Remaja Berkebutuhan Khusus Di-bully di Kampus, Ini Komentar Psikolog

Lagi-lagi Ratih mengingatkan secara umum bullying tidak dapat dibenarkan. Bagaimanapun, tindakan ini menimbulkan efek negatif, baik pada pelaku maupun korban bullying itu sendiri.

"Perlu diingat, pelaku bullying itu juga bermasalah. Dari sisi pelaku, ia jadi cenderung mengembangkan perilaku negatif kemudian sulit berinteraksi dengan orang lain," pesannya.

Hanya saja pada korban, efeknya memang lebih buruk dari pelaku bullying itu sendiri.

Baca juga: Saran Psikolog Agar Anak Berkebutuhan Khusus Tak Jadi Korban Bullying (lll/mrs)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit