detikhealth

Kalau Kondisinya Begini, Ibu Hamil Jadi Rentan Kena CMV

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 17/07/2017 13:32 WIB
Kalau Kondisinya Begini, Ibu Hamil Jadi Rentan Kena CMVIbu hamil dikatakan memiliki risiko tinggi terserang CMV bilamana daya tahan tubuhnya rendah. (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Jakarta, Seorang bayi asal North Carolina, AS akhirnya bisa mendengar suara ibunya untuk pertama kali setelah dipasangi implan koklea. Pendengarannya hilang sejak lahir karena terinfeksi Cytomegalovirus dalam kandungan.

Lantas bagaimana bisa bocah malang ini terinfeksi Cytomegalovirus sejak dalam kandungan? Diungkapkan dr Ludhang Pradipta Rizki, M.Biotech, SpMK, Cytomegalovirus atau biasa disebut CMV merupakan virus yang memang dapat menginfeksi segala usia, bahkan janin sekalipun.

Ironisnya, janin tertular virus yang biasa disebut dengan CMV ini dari ibunya sendiri. "CMV ini asal kata kuncinya itu daya tahan tubuh yang rendah. Jadi sebenernya kalau dalam kondisi yang lemah, siapa saja bisa terkena," tandasnya saat berbincang dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Hanya saja untuk ibu hamil, risikonya menjadi tinggi karena daya tahan tubuhnya kerap berada dalam keadaan rendah. "Tapi yang positif HIV itu juga bisa kena," imbuhnya.

Kendati demikian, menurut dr Ludhang ibu hamil tidak selamanya memiliki risiko tinggi terinfeksi CMV. Ini karena daya tahan tubuh seseorang bergantung pada dua hal: fisik dan mental.

"Kalau ibu hamil punya daya tahan tubuh yang baik, makanannya bagus, dianya happy, enjoy dengan keadaannya, mempersiapkan kehamilannya dengan baik, dan yang terpenting support dari orang-orang sekitar, maka daya tahan tubuhnya pun prima," paparnya.

Baca juga: Bocah Ini Menangis Haru Begitu Dengar Suara Ibunya untuk Pertama Kali

Ditambahkan pria yang juga staf pengajar Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut, ketika tidak hamil, CMV ini sebenarnya tidak akan memberikan efek berarti. Lain halnya jika yang bersangkutan berencana untuk hamil. Karena virus ini dapat menular dari ibu ke janin, maka tindakan preventif perlu dilakukan.

"Sama seperti Zika, itu kalau umpamanya traveller-nya fine-fine aja ya gak masalah, apalagi yang laki kemudian istrinya gak ada rencana hamil ya nggak masalah. Yang dikhawatirkan kan gangguan pada proses kehamilannya itu," katanya.

Baca juga: Agar si Kecil Lebih Aman dari Virus Berbahaya, Kurangi Cium-cium Bayi

Bagaimana CMV bisa menular? "Biasanya kalau dia udah ada infeksi di dalam tubuh, itu akan bertahan lama dalam tubuh kita walaupun sifatnya dormant. Artinya selama sistem kekebalan kita baik, dia tidak akan memberi efek apapun," jelas dr Ludhang.

Berdasarkan laporan di lapangan, dr Ludhang juga mengatakan tidak ada keluhan umum maupun khas yang terlihat pada orang-orang yang terinfeksi CMV.

"Umumnya asymptomatic, bisa tidak bergejala atau tidak mempunyai gejala yang khas. Ibu hamil yang menderita CMV pun barangkali kalau tidak diskrining atau diperiksakan, barangkali tidak menunjukkan keluhan yang khas," urainya.

Namun pada kasus-kasus tertentu, ada pasien yang memperlihatkan gejala tertentu, seperti demam, walaupun ini sangat jarang terjadi.

"Ya kalau serem tidaknya lebih pada bagaimana kita menyikapinya. Kalau umpamanya itu tidak bergejala tapi kita ngeh kalau kondisi kita sedang tidak fit, maka tidak ada salahnya kita konsultasi ke dokter atau skrining," pesannya.

Baca juga: Anak Tuli atau Katarak karena TORCH, Apa Saja yang Bisa Dilakukan Ortu? (lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit