detikhealth

Minimalkan Risiko Infeksi, Perlukah Dokter Telanjang di Kamar Operasi?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 17/07/2017 18:12 WIB
Minimalkan Risiko Infeksi, Perlukah Dokter Telanjang di Kamar Operasi?Foto: thinkstock
Jakarta, Sebuah penelitian di Washington University menyebut, jubah yang dikenakan oleh para dokter bedah di kamar operasi tidak benar-benar menurunkan risiko infeksi. Masih ada kuman yang bisa ditularkan melalui pakaian tersebut.

"Dokter bedah yang telanjang melepaskan lebih sedikit bakteri saat di kamar operasi, dibanding mereka yang mengenakan jubah," tulis para peneliti dalam abstraknya.

Disebutkan, penggunaan jubah di kamar operasi tidak memberikan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan baju biasa. Gesekan yang terjadi antara kain dengan kulit, tetap bisa menyebarkan bakteri maupun kuman lainnya.

Fakta lain yang terungkap dalam penelitian tersebut, dokter bedah laki-laki 2 kali lebih banyak melepaskan bakteri dibandingkan dokter bedah perempuan. Dokter bedah dengan celana panjang, memberikan risiko lebih besar dibandingkan ketika kaki tidak tertutup pakaian.

Baca juga: Memilih Tidak Dibius Saat Operasi Bedah Tumor Otak

Namun sepertinya, penelitian ini bukan berisi anjuran bagi dokter bedah untuk tidak mengenakan pakaian sama sekali ketika sedang menjalankan tugas. Para ilmuwan hanya ingin menunjukkan bahwa prosedur yang berlaku saat ini, masih memberikan peluang terjadinya infeksi.

"Dokter bedah tanpa busana mungkin tidak akan pernah terjadi. Dan saya pikir tidak akan pernah diteliti," kata salah seorang peneliti, Dr Patchen Dellinger.

Baca juga: Dokter Bedah di RSUD Waled Cirebon Suka 'Nyodok' Sebelum Operasi

(up/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit