detikhealth
Konsultasi Seksologi

Artikel 18+

Punya Hasrat Seksual yang Tinggi, Ada Kelainan?

Selasa, 18/07/2017 18:20 WIB
Punya Hasrat Seksual yang Tinggi, Ada Kelainan?Apakah normal bagi wanita untuk punya kebiasaan masturbasi? (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Malam Dok. Saya ingin bertanya, saya merasa bahwa diri saya aneh. Saya sebelumnya sama sekali nggak suka nonton film porno. Namun karena rasa penasaran, akhirnya saya nonton. Tetapi saya tidak pernah merasa terangsang jika melihat gambar penis yang besar justru saya merasa terangsang jika melihat gambar payudara yang besar tapi bukan berarti menyukai sesama jenis dan ada hasrat ingin memegang, justru hasrat sebaliknya. Apakah ini aneh?


Dan kedua, jika klitoris saya dimainkan rasanya sangat melayang dan ada dorongan ingin buang air kecil. Saya ragu apakah ini tanda squirt atau hanya air seni saja? Kan nggak lucu sprei bau ompol. Sampai sekarang saya belum bisa menghilangkan kebiasan untuk 'goyang-goyang' (seperti gesek-gesek namun duduk seperti di kursi goyang) di atas bangku dengan tujuan membuat hasrat ingin buang air kecil dan membayang hubungan intim (sewaktu dewasa). Apakah ini mastrubasi? Jika iya, kelainan seks kah saya? Saya mohon jawabannya Dok.

A (Perempuan, 23 tahun)

Jawaban

Perilaku seksual tiap individu bervariasi. Lingkungan dan pendidikan masa kecil punya kontribusi terhadap perilaku seksual saat dewasa. Tidak jarang kita lihat perempuan yang kelaki-lakian (tomboy) atau pria yang kewanita-wanita tutur kata dan gayanya.

Perilaku seksual Anda relatif masih normal, Anda mengalami squirting, yaitu ejakulasi wanita saat orgasme. Cairan yang dipancarkan (to be squirted) masih diperdebatkan antara air seni atau cairan dari kelenjar reproduksi sekitar vagina. Patut dicatat, amat sedikit jumlahnya wanita yang bisa squirting saat orgasme.

Memainkan dan merangsang klitoris hingga diperoleh kenikmatan sensual (seperti melayang menurut Anda), dapat dikategorikan masturbasi. Hal ini tidak berbahaya untuk kesehatan, bila masturbasi dilakukan dengan cara manual atau dengan alat yang hygienis (bersih), frekuensinya tidak boleh mengganggu kegiatan rutin sehari-hari, dilakukan di tempat yang nyaman, tidak mengganggu lingkungan sekitarnya.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close