detikhealth

Para #PejuangDiet Sungguhan, Sukses Turunkan Berat Badan Hingga 25 Kg

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 19/07/2017 15:13 WIB
Para #PejuangDiet Sungguhan, Sukses Turunkan Berat Badan Hingga 25 KgLukas Agustino Sanjaya (Foto: Dok. pribadi)
Jakarta, Dengan hashtag #PejuangDiet, mereka yang berhasil menurunkan berat badan secara alami tanpa obat saling berbagi kisah. Inilah mereka yang berhasil menurunkan bobot berat badan hingga 25 kg.

Ya, cara yang mereka terapkan bermacam-macam, mulai dari menerapkan pola makan yang sehat, berupaya olahraga setiap hari, hingga cara unik lainnya. Berikut kisah-kisah #PejuangDiet, seperti dirangkum detikHealth pada Rabu (19/7/2017):

1. Iten Pong

Iten PongIten Pong (Foto: Dok. pribadi)

Punya berat badan 110 kg dan tinggi badan 170 cm, Iten Pong (38) selalu diingatkan oleh dokter untuk menerapkan diet sehat dan menurunkan berat badan. Rupanya di balik tubuh gemuknya, Iten punya risiko mengalami kelumpuhan.

Dengan niat dan komitmen untuk berubah, Iten pun berhasil menurunkan bobotnya sebanyak 35 kg dalam waktu 10 bulan. Terhitung mulai Oktober 2015, ia mulai mengatur strategi untuk menerapkan pola makan yang sehat.

Saat bangun tidur Iten minum air putih dua gelas, dilanjutkan dengan sarapan pagi sebelum jam 9 pagi dengan segelas susu rendah lemak, selembar roti tawar gandum dan sebutir telur ayam rebus. Kemudian pukul 11 pagi ia ngemil satu buah apel hijau sedang.

Makan siang seperti biasa, tetapi porsi sayur diperbanyak. Semua lauk dan sayuran tidak ada yang digoreng atau ditumis, biasanya menu tersebut dikukus atau direbus. Jam 3 sore kembali ngemil buah. Iten makan malam biasanya sebelum jam 7 dengan menu sayuran atau buah ditambah sebutir telur rebus.

2. Lukas Agustino Sanjaya

Lukas Agustino (Foto: Dok. detikHealth)Lukas Agustino (Foto: Dok. pribadi)

Bertubuh gemuk sejak kecil tak membuat Lukas Agustino Sanjaya malas-malasan untuk hidup sehat. Di usianya yang menginjak 27 tahun, ia justru mampu menerapkan pola makan sehat hingga bobotnya berhasil turun sebanyak 40 kg.

Ya, dari semula 138 kg kini pria dengan tinggi badan 180 cm tersebut bisa tampil lebih percaya diri dengan berat badan 98 kg.

"Saya memulainya dengan mencoba menerapkan pola makan dua kali makan besar setiap hari. Menunya yakni sayuran rebus, lauk pauk protein yang direbus atau dibakar, serta makan buah-buahan rendah gula juga. Tak lupa saya selalu memenuhi kebutuhan cairan saya dengan rutin minum air putih," tutur Lukas kepada detikHealth.

Selain mengubah pola makan, Lukas juga nge-gym dari hari Senin sampai Sabtu dengan mengikuti kelas kardio. Semua dikombinasikan dengan latihan squat, yang menurut Lukas mempunyai efek pembakaran lemak paling tinggi. "Akhirnya yang semula berat badan saya mencapai 138 kg, turun menjadi 98 kg. Tepatnya sudah turun sebanyak 40 kg," imbuhnya.

3. Zulfa Maulida

Zulfa Maulida (Foto: Dok. detikHealth)Zulfa Maulida (Foto: Dok. pribadi)

Sempat khawatir dengan kesehatannya karena punya bobot mencapai 143 kg, Zulfa Maulida (37) tak menyerah berupaya menurunkan berat badan. Dengan tekad bulat, akhirnya kini Zulfa berhasil menurunkan bobot sebanyak 43 kg.

Cara yang diterapkan oleh Zulfa adalah ketosfastosis. "Pola hidup ini saya awali dengan fase induksi, di mana saya menggunakan metode Intermitten Fasting. Dengan jendela makan 8 jam, saya puasa dari makanan berat tapi tetap mengonsumsi cairan berupa air putih, kaldu, dan teh hijau). Pada saat berbuka, diutamakan memakan asupan lemak dan protein hewani," ujar Zulfa kepada detikHealth.

Berkat pola makan ini, ukuran baju Zulfa yang semula semula 8L turun menjadi 4L, ukuran celana juga turun dari 12L menjadi 6L. "Berat badan yang semula 143 kg juga turun menjadi 100 kg," imbuhnya.

4. Septi Ariyani

Septi AriyaniSepti Ariyani (Foto: Dok. pribadi)

Pasca hamil dan melahirkan, Septi Ariyani (29) mengalami masalah yang hampir serupa seperti wanita lainnya yakni berat badan tak kunjung turun. Namun dengan niat yang konsisten, Septi berhasil menurunkan bobotnya hingga 25 kg.

"Pola makan yang saya terapkan membuat saya tetap makan sebanyak enam kali sehari, namun diatur. Setiap pukul 6 pagi setelah bangun tidur saya minum air hangat yang dicampur perasan lemon," ungkap Septi.

Tiap pukul 8 pagi, pukul 12 siang serta pukul 6 sore ia makan nasi lengkap dengan sayur dan lauk pauk secukupnya. Untuk camilan, pukul 10 pagi dan pukul 3 sore Septi memilih menu buah pepaya.

"Yang pasti, saya selalu konsisten menerapkan jam makan. Sesekali boleh makan apa saja, sehingga saya tidak berlebihan makan. Alhasil sekarang berat badan saya turun menjadi 55 kg dalam waktu 15 bulan," tuturnya.


(ajg/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit