detikhealth

Cinemathoscope

The Institute: Sisi Gelap Institut untuk Pasien Gangguan Mental Kaya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 20/07/2017 11:06 WIB
Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »
The Institute: Sisi Gelap Institut untuk Pasien Gangguan Mental Kaya 1 Foto: youtube
Jakarta - Pasca kematian kedua orang tuanya, Isabel Porter merasa ada yang berbeda dengan dirinya. Menurut dokter pribadinya, Dr Turrington, respons yang diperlihatkan Isabel merupakan akibat dari rasa kehilangan yang sangat besar, apalagi karena kejadiannya terjadi secara mendadak.

Dokter yang sama kemudian memberikan saran agar Isabel menjalani pemulihan di sebuah fasilitas bernama Rosewood Institute.

Awalnya sang kakak, Roderick tak paham mengapa Isabel harus diinapkan di institut tersebut jika memang ia hanya butuh pemulihan diri. Roderick bisa saja mengajak saudarinya berlibur ke Italia. Namun Isabel menolak, sebab itu akan mengingatkan dirinya akan ayah dan ibu mereka.

Untuk meyakinkan Roderick, Dr Turrington mengatakan bahwasanya di Rosewood pengobatan yang diberikan tergolong mutakhir pada masa itu, lengkap dengan para staf yang telah terlatih dengan baik.

Ditambah lagi institut Rosewood telah lama dipercaya menangani masalah kejiwaan yang dialami keluarga-keluarga terpandang di AS, sehingga sudah terjamin pelayanannya.

Roderick dan Isabel kemudian diajak melihat-lihat Rosewood. Dengan didampingi seorang suster, mereka diperlihatkan sebuah taman yang tertata apik di mana ada beberapa pasien tampak tenang membaca buku.

Namun perhatian mereka kemudian teralihkan oleh sosok seorang wanita yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Penampilan wanita ini sedikit berantakan dan ia bicara sendiri. Bukan bicara tetapi lebih kepada seperti membaca syair.

Isabel merasa pernah mendengar syair yang dibaca wanita tersebut. Ia lantas menghampiri wanita ini dan bertanya, "Apakah kau mengutip salah satu buku Hawthorne?"

Sayangnya wanita ini tak memahami perkataan Isabel. Begitu melihat wanita ini, suster yang mendampingi Isabel juga segera meminta staf lain untuk membawanya pergi. Dengan wajah sedikit panik, sang suster berupaya menjelaskan bahwa itu adalah salah satu pasien mereka yang kondisinya lebih berat. Tetapi ia juga memastikan pasien seperti itu tidak akan berada satu gedung dengan Isabel.

Hingga akhirnya Roderick pun berpamitan, meski pria muda itu masih diliputi keraguan. Roderick lebih memilih menuruti keinginan sang adik dan sebelum pergi memastikan akan menjemput saudarinya jika ia mengaku tak kerasan.

Sebenarnya pengobatan seperti apa yang akan diperoleh Isabel di institut tersebut?


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close