detikhealth

Ingin Tahu Rasanya Tengkorak Dibedah? Ini Pengakuan Pasien Tumor Otak

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 28/07/2017 17:06 WIB
Ingin Tahu Rasanya Tengkorak Dibedah? Ini Pengakuan Pasien Tumor OtakKarena menggunakan teknik pembiusan khusus, DA tak merasakan apapun saat otaknya dibedah. (Foto: Tim dr Irwan Barlian, SpBS (K)
Surabaya, Motivasi gadis asal Yogyakarta ini hanya satu, yaitu ingin sembuh dari tumor otak yang mengganggu kesehariannya. Baru-baru ini ia pun menjalani sebuah operasi terobosan di mana otaknya dibedah saat dirinya berada dalam keadaan sadar.

Operasi ini digelar pada hari Selasa (11/7) silam di RSI Jemursari, Surabaya, dengan tim bedah yang dipimpin dr Irwan Barlian, SpBS (K).

Si pasien, sebut saja DA, mengaku pasrah ketika ditawari untuk menjalani awake brain surgery untuk mengangkat tumor di otaknya.

"Awalnya takut sih, cuman kan bismillah aja. Apapun yang terjadi Insya Allah kalau kamu hadapin semuanya, Insya Allah gapapa," tuturnya kepada detikHealth saat ditemui baru-baru ini.

Dijelaskan dr Irwan, ada teknik khusus untuk membius DA selama operasi. Pertama-tama, pasien dibius total karena kulit dan tengkoraknya dibuka. Setelah tumornya ditemukan barulah pasien dibangunkan dan diangkat tumornya. Setelah tumornya terangkat barulah pasien ditidurkan kembali.

"Memang ada teknik khusus agar pasien nggak akan kerasa. Ya seperti biasa aja. Kita kerja, dia bisa ngomong, bisa angkat tangan dan dia sadar penuh kalau kita evaluasi," tambahnya.

Hal ini diamini DA. Ia mengaku tak merasakan apapun selama operasi yang menghabiskan waktu selama 5-6 jam itu. Ia hanya ingat diajak bicara dan diberi sejumlah pertanyaan oleh tim dokter yang menanganinya.

Baca juga: Begini Tantangan Tim Dokter Surabaya Saat 'Utak-Atik' Pasien Tumor Otak

Selepas operasi, anak ke-3 dari 3 bersaudara dipindahkan ke ICU dan diberi obat antibengkak serta menjalani CT scan sekali lagi. Menurut dr Irwan, tumornya terambil maksimal dan ia memastikan tidak ada pendarahan atau komplikasi lain.

"Tapi karena CT scan itu kurang sensitif kalau melihat tumor yang jenisnya glioma, jadi untuk mengetahui sisa tumornya nanti kita lakukan MRI satu bulan lagi," katanya.

Tiga hari pasca operasi, DA sendiri sudah diperbolehkan pulang meski masih harus tetap dievaluasi dalam sebulan ke depan. Diakui dr Irwan, di hari-hari pertama setelah operasi, pasien masih sulit diajak bicara.

"Dia nyambung kok tapi untuk menjawab pertanyaan butuh waktu. Prosesnya memang gitu, ditambah ada bengkak setelah dioperasi, itu juga mempengaruhi proses berpikirnya. Biasanya cuma sampai 2 minggu," tandasnya.

Gadis berusia 24 tahun ini sendiri mengakui jika pasca operasi, nyeri di kepalanya sudah jauh lebih banyak berkurang. Mual pun hanya muncul sekali, yaitu tepat setelah operasi selesai dilakukan, itu pun hanya karena efek obat bius.

dr Irwan juga hanya memintanya beristirahat tetapi tidak melarang DA melakukan aktivitas lain semisal menonton TV atau bermain ponsel. Makannya juga tidak dibatasi, asalkan tidak mengandung bahan pengawet.

"Sejauh ini outcome-nya bagus, jadi pasien itu tidak mengalami kelumpuhan, bicaranya masih normal, proses berpikirnya juga masih normal," pungkasnya.

Baca juga: Sering Nyeri di Kepala, Mahasiswi Yogyakarta Ini Ternyata Punya Tumor (lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close