detikhealth

Kembarannya Kena Kanker Ganas, Wanita Ini Rela Donorkan Kulitnya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Selasa, 01/08/2017 20:15 WIB
Kembarannya Kena Kanker Ganas, Wanita Ini Rela Donorkan KulitnyaMarian Fields dan Marry Jane (Foto: BBC)
Jakarta, Dua orang kembar identik yang berasal dari Missouri, negara bagian Amerika Serikat, Marian Fields dan Marry Jane memiliki kisah yang sangat menyentuh. Diketahui, Marian mengidap penyakit kanker kulit yang ganas dan sangat langka.

Ia memiliki luka di bagian punggungnya, dan telah melakukan beberapa kali operasi dan radiasi. Namun lama-kelamaan Marian mulai kehilangan harapan hidup karena salah satu ahli bedah plastik di Amerika Serikat menolak melakukan operasi lagi karena luka di kulitnya semakin membesar.

Tetapi, saudara kembarnya, Mary Jane memberikan suatu solusi besar yang dapat mengubah hirup kembarannya itu. Mary rela mendonorkan kulit dan jaringannya kepada Marian.

"Saya memiliki apa yang dia butuhkan. Kami adalah dua tubuh dengan satu jiwa. Dia adalah diri saya yang lain," ujar Mary dikutip dari BBC, Selasa (1/8/2017).

Baca juga: Mengenal Kondisi Langka di Balik Tahi Lalat si Cantik Evita

Ahli bedah plastik dari MD Anderson Cancer Center di Universitas Texas, dr Jesse Selber mengatakan bahwa operasi ini sangat menantang dan termasuk dalam operasi yang cukup rumit.

Timnya dari lima ahli bedah plastik memindahkan kulit, jaringan dan pembuluh darah dari bagian perut Mary dan mentransplantasikannya ke punggung Marian. Para dokter tersebut harus menghubungkan delapan arteri dan vena yang berbeda di bawah mikroskop selama operasi.

Bagian kulit perut Mary yang akan ditransplantasikan.Bagian kulit perut Mary yang akan ditransplantasikan. Foto: BBC


Luka kulit di punggung Marian sebesar 55 centimeter x 22 centimeter menjadikannya salah satu transplantasi jaringan terbesar yang pernah ada.

"Luka Marian sangat besar, tanpa saudara perempuannya kembarnya kita tidak akan memiliki cukup jaringan untuk merekonstruksinya," kata dr Selber.

Operasi yang direncanakan dengan penuh kecermatan dan ketelitian ini memakan waktu 14 jam, dan akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

Sebelum operasi dilakukan, Marian tidak dapat berbaring, telentang ataupun duduk di kursi dengan benar. Namun setelah satu bulan setelah operasi, Marian telah kembali ke rumah dan jahitannya telah dilepas.

"Saya tak sabar untuk kembali bekerja, mengemudi, berlari dan duduk dengan nyaman. Dan saya siap untuk hidup kembali," tutur Marian.

Baca juga: Jadi Pengganti Tato, Orang-orang Ini Sengaja Bakar Kulitnya di Matahari(wdw/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit