detikhealth
Artikel 18+

Berbagai Alasan Permak Miss V, Dari Kendur Hingga Tak Simetris

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 02/08/2017 09:34 WIB
Berbagai Alasan Permak Miss V, Dari Kendur Hingga Tak SimetrisBerbagai alasan wanita untuk permak Miss V. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Peremajaan fungsi vagina atau vaginal rejuvenation kini menjadi salah satu harapan bagi perempuan yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya, termasuk kualitas seksualnya. Nah, saat ini yang sedang ngetren adalah dengan menggunakan teknik laser.

Diutarakan wakil ketua Perkumpulan Menopause Indonesia Cabang Jakarta Raya (PERMI RAYA), dr Ni Komang Yeni DS, SpOG atau yang akrab disapa dr Yeni, sebelum melangkah ke tahap tersebut, semua pekerjaan yang dilakukan secara medis harus ada indikasi dan diagnosis.

"Jadi kita tetap lihat indikasi, kontraindikasi, case-nya juga, case by case. Kita seleksi, nggak semua orang juga kita kerjakan. Terus kita harus tahu komplikasinya seperti apa. Prosedur, evaluasi ya, jadi memang tahap evaluasi itu harus sangat ketat," kata dr Yeni saat ditemui di bilangan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Sejauh ini, menurut dr Yeni, yang dikeluhkan oleh pasien antara lain seputar vagina yang lebar sehingga kadangkala terjepit ketika menggunakan celana, labia mayora kanan dan kiri tidak sama (asimetri), serta vagina yang mulai melorot akibat melahirkan.

Baca juga: Kata Dokter, Miss V yang Kendur Usai Melahirkan Bisa Diremajakan Lagi

"Yang sudah tua dikit atau melahirkannya mepet-mepet kebanyakan 2 atau 3 anak itu dia sudah mulai melorot. Kemudian discoloration, agak selangit (selangkangan hitam -red) nah itu pengen dibersihkan. Kemudian ada bekas lahiran mungkin sobekannya agak sampai ke pantat, terus ada bekas luka yang jelek, itu biasanya kita koreksi juga," tambah dr Yeni.

Namun dr Yeni menuturkan, kasus yang paling banyak dikeluhkan adalah labia mayora dan minora yang kanan dan kirinya tidak simetris. Diakui dr Yeni juga, dalam satu tahun terakhir vagina tightening atau pengencangan vagina telah mendominasi, kemudian bleaching atau pemutihan untuk selangkangan hitam, lalu 15 persen kombinasi.

"Sekarang udah nggak sempat operasi karena waktu istirahatnya lama 4 sampai 6 minggu, yang ngeluh siapa? Ya suaminya. Akhirnya beralih ke non non invasif. Tapi untuk vagina tightening, vagina rejevenation yang utama masih tetap laser," imbuh dr Yeni.

Kelebihan treatment ini dilaporkan aman karena ditunjang dengan studi klinis serta menggunakan teknologi terbaru. Selain itu proses treatment ini terbilang cukup singkat karena hanya membutuhkan waktu 7 menit dan tanpa rasa nyeri.

Baca juga: Selaput Dara yang Robek Bisa Direkonstruksi Lewat Operasi(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close