detikhealth

Meski Cuma Analogi, Tepatkah Dokter Disamakan dengan Pemabuk?

Firdaus Anwar - detikHealth
Sabtu, 05/08/2017 12:05 WIB
Meski Cuma Analogi, Tepatkah Dokter Disamakan dengan Pemabuk?Menurut Zaim membicarakan vaksin dengan dokter sama seperti membicarakan miras ke pemabuk. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta, Menurut pengamat kebijakan publik Zaim Saidi anak diberi vaksin atau tidak seharusnya menjadi hak setiap orang tua, dan tidak boleh dipaksakan. Namun bila orang tua membicarakannya dengan dokter, Zaim menyebut itu sama halnya berbicara tentang miras ke pemabuk. Apa maksudnya?

Kicauan Zaim yang menganalogikan dokter-vaksin seperti pemabuk-miras menjadi viral di Twitter. Ketika dihubungi detikcom, Zaim menjawab analogi itu muncul karena akan ada bias bila seseorang bertanya tentang vaksin ke dokter.

Baca juga: Kicauan Zaim Saidi Samakan Dokter dengan Pemabuk Jadi Kontroversi

"Serupa dengan bahas miras dengan pemakainya, yaitu pemabuk. Jadinya akan bias pihak yang berkepentingan. Infonya sepihak, tidak berimbang dan mereka juga harus paham masalah vaksin ini harus merupakan kebebasan masyarakat dalam memilih," kata Zaim.

Dihubungi secara terpisah dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD, yang akrab disapa dr Koko dari Badan Data dan Informasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan analogi itu tidak tepat. Dokter adalah seorang profesional yang bekerja dengan ilmu sementara pemabuk adalah orang yang merusak diri.

"Dokter ini pelayan kemanusiaan, vaksin itu media pemancing kekebalan. Analoginya jauh dengan miras dan pemabuk yang merusak dan dirusak," kata dr Koko kepada detikHealth, Sabtu (5/8/2017).

"Soal vaksin ya pengetahuan dan pemahaman kami diperlukan masyarakat... Yang kami pikirkan adalah nasib rakyat, bagaimana jika antivaksin meluas? Siapa yang mau tanggung jawab kalau penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin jadi wabah?" lanjut dr Koko.

IDI sendiri menyayangkan kicauan Zaim. Menurut IDI, dengan analogi tersebut, Zaim sudah melecehkan profesi dokter dan kini membuka peluang untuk mengajukan somasi.

"Jauh (analoginya -red)," pungkas dr Koko.

Baca juga: Zaim Saidi Siap Jelaskan ke IDI soal Tweet 'Dokter-Pembabuk'(fds/lll)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit