detikhealth
Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/

Menyikapi Suami yang 'Menutup Mata' Soal Ekonomi Keluarga

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 09/08/2017 11:40 WIB
Menyikapi Suami yang Menutup Mata Soal Ekonomi KeluargaIlustrasi suami yang seolah menutup mata soal ekonomi keluarga/Foto: thinkstock
Jakarta, Mbak Wulan yang baik, suami saya sudah 8 bulan ini keluar dari pekerjaannya. Tadinya dengan uang warisan dari orang tuanya, kami merintis usaha warung nasi. Tapi ternyata nggak sampai setahun, usaha kami tutup.

Untungnya saya masih bekerja. Tapi suami saya tidak berusaha mencari pekerjaan lain. Kata dia, dia sudah capek kerja sama orang, Mbak. Sekarang ini dia usaha tambal ban di depan rumah. Tapi hasilnya nggak seberapa. Saya minta dia untuk menjadi pengojek online, dia tidak mau. Katanya risikonya besar kalau kelamaan di jalan raya.

Keuangan kami pas-pasan banget Mbak. Kadang saya pinjam uang ke kakak-kakak saya yang nggak tahu kapan saya bisa bayar itu utang. Tapi suami saya sepertinya menutup mata banget soal ini. Nggak ngerti banget deh Mbak, gimana solusinya.

F (Perempuan, 31 tahun)

Jawaban

Dear Mbak Fenira,

Situasi di mana suami tidak memiliki pekerjaan tetap, atau kasarnya 'tidak jelas', memang kerap kali membawa permasalahan dalam rumah tangga.

Bila memang pendapatan pasangan memang tidak cukup menutupi kebutuhan keluarga bahkan setelah digabung dengan gaji Anda, memang ini saatnya meminta pasangan untuk mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan. Agar tidak berujung pada konflik, Anda memang perlu menjaga pilihan kata. Ada kalanya pria juga lebih sensitif, apalagi ketika ia merasa bahwa ia dianggap tidak mampu melakukan sesuatu (dalam hal ini membiayai keluarga). Jika ada nada bicara yang salah, pasangan bisa merasa dirinya diserang dan komunikasi memburuk.

Sayangnya Anda kurang menjelaskan latar belakang pasangan keluar dari pekerjaannya. Latar belakang ini diperlukan untuk mengetahui apa yang terjadi dan apa yang bisa dilakukan ke depannya. Seseorang yang keluar karena memang tidak mau bekerja pada orang lain tentu berbeda dengan orang yang keluar karena ada permasalahan di kantor dan tidak bisa ia atasi (secara sadar dan memilih untuk tidak bekerja di tempat yang sama). Begitu pula keluar dari pekerjaan karena PHK (merasa bukan pilihannya untuk tidak bekerja), ataupun karena memang pada dasarnya tidak mau bekerja (misal, mau mendapatkan penghasilan tanpa susah bekerja).

Jika pasangan ternyata di-PHK, mendorongnya untuk segera mencari pekerjaan lain memang bisa menjadi hal yang memberatkan. Orang yang mengalami PHK tidak jarang mengalami trauma atau depresi terselubung sehingga memiliki ketakutan untuk masuk ke dalam dunia kerja lagi. Untuk itu, sebelum mendorong pasangan untuk mencari pekerjaan lain, sebaiknya cari tahu dulu latar belakang pasangan terkesan 'mencari alasan untuk tidak bekerja'.

Membuat pasangan untuk mencari pekerjaan lain biasanya akan memakan waktu. Di sisi lain, Anda berdua perlu membuat rencana apa yang bisa dilakukan dengan dana yang ada. (penghasilan Anda dan rata-rata pemasukan suami dari menambal ban). Sambil berjalan, buat rincian pengeluaran bulanan yang diperlukan untuk keluarga, baik menurut Anda maupun pasangan. Tidak mudah melakukan ini jika tidak terbiasa, paling tidak buat rincian pengeluaran selama 1 (satu) bulan untuk mendapatkan gambaran pengeluaran setiap bulannya. Dari rincian tersebut, diskusikan dengan pasangan bagaimana kalian berdua akan bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada. Kelompokkan juga pengeluaran yang memang harus dikeluarkan (misalnya, uang makan, listrik, air, biaya untuk anak, dsb), serta mana yang bisa jadi membebani keuangan saat ini (misal, uang rokok 1 bungkus/hari, dst). Membuat perencanaan dan prioritas pengeluaran juga akhirnya menjadi hal utama yang juga perlu Anda lakukan bersama pasangan pada situasi saat ini.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close