detikhealth

Sering Terlupakan, Angka Pasien Aritmia di Indonesia Justru Tinggi

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Jumat, 11/08/2017 17:07 WIB
Sering Terlupakan, Angka Pasien Aritmia di Indonesia Justru TinggiAritmia salah satu gangguan jantung yang banyak diidap penduduk Indonesia. Foto: thinkstock
Jakarta, Aritmia atau yang dikenal dengan gangguan irama jantung adalah hasil dari gangguan produksi impuls listrik ke otot jantung. Penyakit ini tergolong penyakit serius karena bisa mengakibatkan kematian mendadak pada seseorang.

Di Indonesia, pada tahun 2011 terdapat 2,1 juta kasus aritmia. Jumlahnya pun diprediksi meningkat seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat serta para tim medis mengenai penyakit ini.

Celakanya, dokter yang mengatasi masalah aritmia pun jumlahnya sangat minim. Jika dibuat perbandingan, jumlahnya hanya berkisar 1:10 juta. Itu pun paling banyak berada di pulau Jawa. Waduh!

"Hanya ada 28 orang subspesialis aritmia dari 1000 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah saat ini dan hanya 50 persen yang benar-benar aktif melakukan tindakan ablasi takiaritmia," ujar Prof Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP(K), saat ditemui Jumat (11/8/2017), di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.

Baca juga: Aritmia

Karena minimnya tenaga profesional, dr Dicky Armein Hanafy, SpJP, pada kesempatan yang sama menceritakan setiap harinya RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita bisa menangani pasien dengan aritmia sebanyak 4 orang. Setiap pasien pun memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda sehingga durasi pengerjaan pengobatannya bisa berlangsung berjam-jam.

"Pernah ada satu pasien itu bisa sampai 12 jam. Kita rata-rata kerja di sini itu bisa lebih dari 12 jam," tutur dr Dicky.

Kendala lain yang dihadapi selain minimnya tenaga profesional, dikarenakan juga karena penggunaan alat yang cukup mahal. Untuk setiap pasien aritmia, biaya dikeluarkan bisa mencapai Rp 50- Rp 100 juta. Oleh karenanya, dr Hanafy mengharapkan para pemangku kepentingan dapat lebih berperan aktif dalam membantu penanganan penyakit ini.

Baca juga: Kisah Dyah Ayu, Merawat Anak Tanpa Pembuluh Darah Jantung(fds/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit