detikhealth

Kisah Dokter yang Bersahabat dengan Pasien Bertubuh Kerdil

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Minggu, 13/08/2017 13:20 WIB
Kisah Dokter yang Bersahabat dengan Pasien Bertubuh KerdilPersahabatan antara dokter dan pasien yang tak lekang oleh waktu. Foto: The Guardian
Jakarta, Banyak cerita antara hubungan dokter dan pasien yang begitu erat. Salah satunya adalah kisah Dian Donnai CBE, profesor kedokteran genetik dari University of Manchester, dan Penny Dean seorang dengan achondroplasia yang membuat orang terenyuh ketika mendengarnya.

Penny adalah seorang wanita biasa, hanya saja tidak terlalu beruntung karena harus lahir dengan keadaan bertubuh pendek atau dwarfisme. Namun tidak membuat dr Dian merasa berbeda dengannya, seperti yang dilansir dari The Guardian, Minggu (13/8/2017).

Tahun 1978 adalah tahun di mana mereka bertemu pertama kali. Saat itu Penny datang dengan pasangannya Arthur yang memiliki kondisi serupa.

"Aku terkesan dengan betapa terbukanya Penny mengenai dampak dari kondisinya, dan juga dari berbagai aspek lainnya dalam kehidupannya yang sama saja seperti orang lain," ujar Prof Dian.

Baca juga: Achondroplasia

Sama seperti Prof Dian, Penny juga merasa tersentuh dengan kebaikan hati dokter yang kini telah menjadi sahabatnya sendiri.

"Dia bukan hanya konsultan genetik, tapi juga teman. Dia mendengarkan dan sangat peduli. Kami (Penny dan Arthur) melewati pasang surut, dan dia dengan tenang dan rasa hormat, tapi di waktu yang sama juga selalu ada untuk memberi kami pelukan," tutur Penny.

Ya, Penny memang melewati waktu yang sangat berat saat itu. Penny dan Arthur sempat mengadopsi seorang anak berusia 3 tahun yang juga memiliki achondroplasia bernama Nichola. Kemudian ia mengadopsi lagi bayi bernama Micheal.

Namun, hanya Nichola yang mampu bertahan hidup, sedangkan Micheal hanya bertahan 11 bulan. Itu pun kehidupannya hanya berlangsung di rumah sakit saja tanpa pernah dibawa pulang ke rumah.

Baca juga: Postur Tubuh Pendek Akibat Dwarfisme, Masih Bisakah Diobati?

Di balik kesedihan itu, ternyata ada hikmah yang bisa di ambil. Penny akhirnya bisa melahirkan anak yang juga memiliki keadaan yang sama dengannya. Bayi itu diberi nama Kimberley.

"Aku sempat mendengar dokter lain mengatakan 'mereka tidak bisa memiliki anak', dan aku masih ingat saat itu aku berpikir 'itu adalah hal buruk yang bisa diucapkan'," kenang Prof Dian.

Hingga kini, Prof Dian dan Penny tetap masih menjalin komunikasi yang baik. Prof Dian pun mengatakan bahwa mengenal Penny dan keluarganya adalah suatu keistimewaan. How sweet.

Baca juga: Tak Semua Orang Pendek Pasti Dwarfisme, Ini Ciri-cirinya(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close