detikhealth

Diet Tepat untuk Lawan Kanker: Kurangi Gula Perbanyak Lemak dan Protein

Erika Kurnia - detikHealth
Rabu, 30/08/2017 11:05 WIB
Diet Tepat untuk Lawan Kanker: Kurangi Gula Perbanyak Lemak dan ProteinKurangi gula perbanyak lemak dan protein merupakan diet tepat untuk lawan kanker/Foto: thinkstock
Jakarta, Makanan adalah faktor penting untuk melawan kanker dan meningkatkan kualitas hidup penderita kanker. Jumlah makanan yang mereka konsumsi harus lebih tinggi dari kebutuhan orang sehat dan mematuhi panduan diet yang tepat.

Dokter gizi klinis dari FKUI-RSCM (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo), Dr dr Fiastuti Witjaksono SpGK, mengatakan bahwa diet yang tepat untuk pasien kanker adalah yang rendah gula, namun tinggi lemak dan protein.

"Sel kanker membutuhkan gula untuk berkembang dan sel ini bisa mengambil kebutuhan gula mereka dari darah sampai otot. Makanya pasien kanker perlu mengurangi makanan mengandung gula dan memperbanyak protein dan lemak untuk pembentukan otot dan mencegah badannya habis," jelasnya saat ditemui baru-baru ini.

Baca juga: Meskipun Kurus, Wanita yang Rutin Konsumsi Junk Food Berisiko Kanker

Kebutuhan energi atau kalori yang dibutuhkan penderita kanker dikatakan 50 persen lebih tinggi dari kebutuhan orang sehat atau diukur dengan angka 23/30 kalori per kilogram berat badan. Jumlah tersebut harus dipenuhi dengan 40 persen asupan lemak sehat dan protein sebanyak 1,5 gram per kilogram berat badan.

"Ini juga harus didukung dengan asupan air, mineral, dan vitamin yang cukup," pesan Ketua Departemen Medik Ilmu Gizi RSCM tersebut.

Pemenuhan energi yang lebih banyak dari orang sehat, menurut dr Fiastuti diakibatkan sel kanker yang menguras banyak energi dan efek yang disebabkannya pada pasien. Hilangnya nafsu makan akibat kanker atau efek pengobatan tidak boleh menjadi alasan pasien kanker tidak mendapat asupan yang dibutuhkan.

"Untuk memberi makan pasien kanker itu banyak caranya. Pemberian makanan yang umum dilakukan adalah oral atau melalui mulut dan kebutuhan energi harus terpenuhi. Kalau tidak, misal hanya bisa makan kurang dari 60 persen kebutuhan sehari, bisa dengan cara enteral. Enteral ini dengan memasukkan makanan lewat selang di perut misalnya. Kalau tidak bisa juga, karena pencernaan tidak berfungsi, cara terakhir adalah parenteral atau infus," tutupnya.

Baca juga: Hati-hati, Tubuh Kurus Seringkali 'Sembunyikan' Penyakit(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit