detikhealth

Selain Kelelahan, Waspadai Masalah Sendi Pasca Ibadah Haji

fds - detikHealth
Minggu, 03/09/2017 16:10 WIB
Selain Kelelahan, Waspadai Masalah Sendi Pasca Ibadah HajiBagi para jemaah haji yang sudah tua, kegiatan haji dan umroh bisa menjadi tantangan tersendiri. (Foto ilustrasi: Hakim Ghani)
Jakarta, Kegiatan ibadah haji telah mencapai puncaknya di Idul Adha kemarin. Tapi, keluhan seperti kelelahan atau nyeri sendi mungkin baru mulai dirasakan oleh para jemaah haji yang kini hendak kembali ke Tanah Air.

Pada perjalanan ibadah haji dan umroh, thawaf dan sa'i merupakan rukun yang harus dikerjakan di awal ibadah besar tersebut. Baik thawaf dan sa'i keduanya dilakukan dengan berjalan kaki yang masing-masing bisa mencapai jarak 1 sampai 3,5 kilometer.

Kegiatan tersebut bisa berisiko bagi jamaah haji yang, menurut data Kementerian Agama Republik Indonesia, 83 persennya berusia lebih dari 50 tahun.

Baca juga: Hindari Risiko Nyeri Sendi dengan 7 Langkah Sederhana Ini

"Sebelas kilometer untuk prosesi thawaf dan sa'i bagi mereka usia 50 tahun, apalagi yang memiliki masalah sendi dan faktor risiko seperti obesitas, tentunya dapat menganggu kenyamanan ibadah haji," kata dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, Ahli Nyeri dari Klinik Onta Merah Pain and Spine Center, Jakarta.

Risiko nyeri dan masalah sendi lainnya biasanya dirasakan langsung di lutut. Namun, masalah ini bisa terjadi di semua bagian tubuh seperti tulang belakang, pinggang, dan tangan, katanya dalam rilis yang diterima detikHealth belum lama ini.

Tubuh manusia terdiri dari 206 tulang, dan 230 sendi baik yang menopang tubuh secara langsung dan tidak. Normalnya, pada usia muda baik tulang maupun sendi tidak mengalami masalah, tulang rawan sendi masih tebal melindungi dengan baik kapsul sendi serta jaringan sekitarnya seperti otot dan penghubung sendi.

Dengan bertambahnya usia, dipengaruhi beberapa faktor seperti pekerjaan, gaya hidup. Daerah sendi yang tadinya normal akan mengalami kerusakan. Namun, perburukan kerusakan sendi bisa dicegah dan diatasi dengan beberapa cara.

Menurut dr. Sri Wahyuni, SpKFR, Dokter Spesialis Rehabilitasi Arfa Pain and Spine Center, RS Meilia, Jakarta, langkah sederhana bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri sendi pada derajat ringan.

"Pada kasus nyeri lutut, merebahkan badan sembari mengangkat kaki dengan posisi lutut lebih tinggi dari pinggang dapat memperbaiki kondisi nyeri," papar dr. Sri.

Namun, jika nyeri sendi berlangsung hingga berhari-hari, melakukan kompres dingin dan panas sangat disarankan untuk menanggulanginya.

"Lakukan kompres dingin pada daerah yang mengalami nyeri minimal selama 15 – 20 menit, dua kali dalam sehari. Setelah 3 hari paska nyeri muncul, dan sudah melakukan kompres dingin, pada hari ke empat ganti kompres panas," sarannya.

Baca juga: Nyeri Sendi Seiring Bertambah Usia, Normalkah?(Erika Kurnia/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit