detikhealth

Gara-gara Sering Migrain, Wanita Ini Terancam Dipecat

Erika Kurnia - detikHealth
Rabu, 06/09/2017 17:12 WIB
Gara-gara Sering Migrain, Wanita Ini Terancam DipecatFoto: BBC
Jakarta, Keluhan migrain beragam jenisnya, ada yang ringan sampai berat. Namun bagi seorang Fiona, migrain sering kali terasa seperti malapetaka.

Tidak hanya sakit menusuk di kepala, keluhan yang ia alami sampai mempengaruhi penglihatannya, bahkan sampai membuatnya terlalu peka dengan suara keras, cahaya, dan bau. Migrain seperti itu pun sudah cukup mengganggu pekerjaannya.

"Beberapa waktu yang lalu, saya mengeluh sakit selama 16 hari dalam satu bulan. Ini benar-benar berdampak nyata pada pekerjaan saya, walaupun saya berusaha keras untuk tidak mengambil izin sakit," tutur Fiona Mckenzie asal Inggris, seperti dikutip dari BBC, Rabu (6/9/2017).

Baca juga: Ini Lho Perbedaan Antara Migrain dan Sakit Kepala Biasa

Sayangnya, beberapa bosnya tidak menganggap keluhan Fiona serius dan tetap meminta bawahannya ini tetap bekerja dengan baik. Bahkan karyawan berusia 33 tahun ini diingatkan oleh salah satu mantan majikannya bahwa dia akan dipecat jika sering absen karena migrain yang tidak kunjung membaik.

"Saya merasa sangat kesulitan mengatasi kondisi yang tidak bisa saya kendalikan. Saya merasa harus melawan penyakit ini sendirian. Tak jarang saya pulang ke rumah dan menangis karena saya tidak bisa membuat diri saya lebih baik," ujarnya.

Meskipun migrain dapat digolongkan sebagai kecacatan jika cukup parah sampai mempengaruhi pekerjaan, di Inggris tidak ada undang-undang yang jelas untuk melindungi karyawan. Sementara itu, sekitar 25 juta hari setiap tahunnya digunakan untuk izin tidak bekerja atau sekolah karena migrain.

Dalam sebuah survei terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa Inggris oleh Migraine Trust, Migraine Action dan National Migraine Center, 64 persen dari mereka menganggap bahwa pengusaha tidak memahami sifat migrain dan dampaknya pada karyawan.

Baca juga: Studi: Shift Kerja Terlalu Padat, Karyawan Jadi Lebih Sering Izin Sakit

Simon Evans, dari Migraine Action, pun menyarankan agar pengusaha mempertimbangkan bagaimana pencahayaan dan layar komputer dapat mempengaruhi migrain pada pekerja mereka. Menyediakan ruang istirahat yang sepi dan memiliki pencahayaan redup juga diperlukan.

"Migrain yang dialami satu orang dengan orang lainnya tidaklah sama. Dengan tidak adanya kesadaran dan dukungan dari pengusaha, karyawan bisa menderita karena menahan penyakit mereka daripada terlalu sering izin untuk alasan yang sama," ujarnya.

Dalam banyak kasus, migrain membutuhkan penanganan serius dengan meminta saran dan obat yang diresepkan dokter. Migrain bisa dikatakan serius jika Anda mengalami empat atau lebih serangan migrain per bulan dan obat-obatan yang bisa dibeli sendiri tak lagi mampu mengatasi serangan.

Baca juga: Studi: Terapi Akupunktur Bisa Bantu Cegah Migrain Berulang

(up/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit