detikhealth

Kenapa Haid Tak Kunjung Datang Pasca KB? Begini Penjelasan Ahli

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 13/09/2017 10:05 WIB
Kenapa Haid Tak Kunjung Datang Pasca KB? Begini Penjelasan AhliKB suntik termasuk salah satu bentuk kontrasepsi yang banyak dipakai wanita Indonesia. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta, Pada awal September lalu seorang pengguna Facebook bernama Mey Erlyn mengunggah cerita pengalamannya menggunakan kontrasepsi KB suntik. Ia mengaku sudah tiga tahun tak mengalami haid bahkan setelah dirinya berhenti menggunakan KB.

"Untuk perempun di luar sana yang belum pernah mengalami apa yang saya rasakan, mohon untuk lebih hati-hati dan selektif menggunakan kb suntik," ujar Mey.

Postingan Mey pun viral dibagikan oleh lebih dari 20 ribu warganet. Menanggapi hal ini Guru Besar Departemen Obstetri-Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Dr dr Birran Affandi, SpOG(K), mengatakan bahwa memang ada beberapa efek samping dari KB suntik yang diketahui.

Baca juga: Tak Haid 3 Tahun Setelah KB, Ternyata Infeksi Penyebabnya

Efek samping tersebut bisa datang dari kandungan hormon progestin pada KB. Progestin bekerja dengan menekan ovulasi, membuat selaput lendir rahim tipis atau tidak tumbuh yang pada akhirnya mencegah kehamilan.

"Selaput lendir yang menipis atau tidak tumbuh membuat keluhan pendarahan berkurang. Atau bahkan pada beberapa kasus tertentu kadang selaput lendir tidak terbentuk sehingga tidak terjadi pendarahan," kata Prof Birran seperti dilansir Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKB) dan ditulis pada Rabu (13/9/2017).

"Gangguan haid pasca KB suntik bisa berbeda-beda. Ada wanita yang setelah tiga sampai enam bulan kerja hormonnya kembali normal. Lantas, ovulasi dan menstruasi datang lagi dengan teratur. Tapi ada juga yang perlu waktu sampai satu tahun, terhitung dari KB suntik dihentikkan," lanjutnya.

Meski KB suntik bisa memiliki efek samping perlu diingat tidak semua akan mengalaminya. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan Prof Birran menyarankan agar calon pengguna selalu melakukan konseling dan memeriksa diri secara berkala ke dokter atau bidan yang berkompeten.

Prof Birran mengingatkan bahwa jangan sampai keuntungan dari KB dilupakan hanya karena takut terhadap hal-hal yang belum pasti kebenarannya.

"Penggunaan kontrasepsi hormonal pun jangan melupakan keuntungan lain seperti ovulasi yang tertekan menyebabkan risiko kanker ovarium sangat berkurang, getak serviks kental yang bukan hanya mencegah sperma masuk tapi juga kuman penyakit, membuat kemungkinan infeksi panggul sangat menurun, dan juga menipisnya selaput lendir akan terhindar dari terjangkitnya kanker endometrium," pungkas Prof Birran.

Baca juga: Khawatir Pil KB Bikin Rahim Kering? Simak Dulu Penjelasan Dokter(fds/mrs)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit