detikhealth

Cerita Marini Zumarnis Soal Mertua Laki-laki yang Kena Kanker Payudara

Erika Kurnia - detikHealth
Kamis, 14/09/2017 18:38 WIB
Cerita Marini Zumarnis Soal Mertua Laki-laki yang Kena Kanker PayudaraAktris senior Marini Zumarnis bercerita soal mertua laki-lakinya yang mengidap kanker payudara. Simak selengkapnya di sini: Foto: Gus Mun/detikHOT
Jakarta, Mengetahui anggota kerabat menderita kanker bisa mengubah pandangan orang terhadap kehidupan. Hal ini juga dialami aktris senior Marini Zumarnis setelah mertua laki-lakinya mengidap kanker payudara.

Jika kanker payudara biasa dialami perempuan, mertua laki-laki Marini harus menghadapi penyakit tersebut di usia senjanya.

"Mertua laki-laki usianya sudah 80 tahunan harus menjalani pengangkatan payudara. Sekitar setahun lalu, dokter mendiagnosa kanker payudara stadium awal setelah biopsi positif menunjukkan benjolan yang dirasakan itu ternyata kanker," kisahnya.

Baca juga: 80 Persen Orang Tahu Gejala Kanker Payudara Tapi Tak Tahu Cara Deteksinya

Wanita 41 tahun yang ditemui dalam acara komunitas peduli kanker Lovepink, di Jakarta, Kamis (14/9/2017), mengungkapkan bahwa sejak saat itu ia mulai menyadari bahwa kanker payudara bisa menghantui siapa saja.

"Saya pikir, kok laki-laki bisa, sebelumnya tahunya perempuan aja. Setelah itu, saya pun browsing informasi tentang kanker payudara dan mulai sadar risikonya untuk diri sendiri. Apalagi saya wanita dan punya pekerjaan dengan kesibukan tinggi," tuturnya.

Sejak saat itu, Marini tergerak untuk lakukan deteksi dini seperti Sadari dan bergabung dengan komunitas peduli kanker payudara untuk ikut mensosialisasikan kesadaran kanker dan memberi dukungan lebih banyak pada penderita kanker payudara.

"Orang dengan kesibukan tinggi seperti saya ini pasti sering lupa peduli dengan kesehatan, jadi bisa meningkatkan risiko kanker. Tapi, saya sekarang mau ikut mengampanyekan kepedulian terhadap kanker payudara, khususnya pada perempuan," ungkapnya.

"Saya sebagai publik figur yang juga manusia kan harus terus berbagi, untuk bisa mengajak orang peduli pada edukasi kesehatan. Untuk kanker payudara bisa dengan sosialisasi deteksi dini pada para perempuan, baik itu Sadari atau Sadani dengan USG atau mamo. Dengan support saya dan lebih banyak perempuan semoga bisa menekan risiko kanker pada perempuan lebih rendah lagi," pungkasnya.

Baca juga: Inge Prasetyo, Pegiat Olahraga yang 'Akrab' dengan Kanker Payudara

(mrs/mrs)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit