detikhealth

Artikel 18+

Studi: Ini 3 Posisi Seks Paling Berisiko Bagi Pria

Erika Kurnia - detikHealth
Senin, 18/09/2017 19:35 WIB
Studi: Ini 3 Posisi Seks Paling Berisiko Bagi PriaMisionaris, doggy style, dan cowgirl jadi posisi bercinta paling berisiko untuk pria. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta, Seks atau hubungan intim tidak berbeda dengan aktivitas lain yang memiliki risiko. Salah satu yang banyak ditemukan para praktisi kesehatan adalah fraktur penis. Alasan mengapa masalah tersebut dapat terjadi kemudian dipelajari oleh peneliti pada 90 kasus.

Meskipun penis Anda tidak memiliki tulang, jika Anda mengalami ereksi, Anda benar-benar dapat 'mematahkannya' setelah robekan jaringan terjadi karena kesalahan saat penetrasi, selain masturbasi. Beberapa posisi seks pun bisa meningkatkan risiko masalah tersebut.

Periset pun mempelajari 90 pasien berusia antara 18 dan 66 tahun. Mereka dikelompokkan dalam beberapa kategori, tergantung pada bagaimana mereka "mematahkan" penis mereka, yaitu manipulasi obat kuat, posisi seks 'man-on-top', posisi seks 'doggy style', posisi seks 'woman-on-top', dan trauma umum.

Dari pengkategorian tersebut periset menyimpulkan bahwa posisi seks yang paling berisiko adalah 'man-on-top' atau misionaris, 'doggy style' yang menempati posisi teratas kedua, dan 'cowgirl' yang berada di posisi ketiga.

Baca juga: Apa Penyebab Penis Patah?

Temuan yang dipublikasikan dalam International Journal of Impotence Research bulan ini, mengungkapkan bahwa trauma saat melakukan hubungan intim merupakan faktor utama fraktur penis. Hal ini terlihat dari 76,5 persen kasus.

Dari jumlah tersebut, 23 kasus terjadi saat pria mencoba posisi seks di atas atau 'man-on-top', 37 kasus berada dalam posisi 'doggy style', dan hanya sembilan yang berada dalam posisi 'wanita-on-top'. Keparahan fraktur penis lebih buruk karena 'doggy style' daripada saat mencoba 'woman-on-top', tapi sama dengan 'man-on-top'.

Lalu bagaimana tahu kalau penis Anda 'patah'? Menurut para ahli, ketika Anda mendengar penis Anda mengeluarkan suara retakan atau ledakan kecil ketika sedang masturbasi atau berhubungan intim, itu bisa jadi karena fraktur penis.

"Ereksi Anda mungkin akan melemah, persis seperti balon yang baru saja diledakan. Kemudian fraktur penis akan disusul dengan pembengkakan, memar yang membiru atau menghitam, dan tentu saja rasa sakit yang sangat tak tertahankan," kata para ahli, seperti dikutip dari Mirror, Senin (18/9/2017).

Baca juga: Pria Ini Alami Fraktur Penis Saat Bercinta Hingga Mr P-nya Berbunyi 'Krek'(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit