detikhealth

Heboh Nata de Coco Campur Pupuk Urea di Majalengka, Ini Kata Pakar

Widiya Wiyanti - detikHealth
Senin, 02/10/2017 12:05 WIB
Heboh Nata de Coco Campur Pupuk Urea di Majalengka, Ini Kata PakarHeboh nata de coco campur pupuk urea, kata pakar urea memang diperlukan untuk pembuatan, tapi harus yang food grade. Foto: Istimewa
Jakarta, Heboh digerebeknya pabrik nata de coco yang diduga dicampur urea di Blok Sawah Leuga Desa Slagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Rabu kemarin mengundang tanya para pecinta nata de coco.

"Pemilik ini memproduksi dan memperdagangkan bahan baku pangan jenis nata de coco yang dicampur dengan ZA, sejenis urea untuk tanaman," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus seperti dikutip dari detikNews, Senin (2/10/2017).

Menanggapi kasus tersebut, farmakolog dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr Zullies Ikawati, Apt mengatakan bahwa permasalahan ini adalah masalah lama. Kasus serupa pernah ditemukan juga di Sleman, Yogyakarta pada 2015 silam.

Baca juga: Polisi Bongkar Home Industry 'Nata de Coco' Dicampur Pupuk ZA di Sleman

Baca juga: Home Industry 'Nata de Coco' Dicampur Pupuk ZA di Sleman, Ini Pengakuan Pemilik

Baca juga: Dilarang Pakai Pupuk ZA sebagai Bahan, Produsen Nata de Coco Demo DPRD DIY

Seperti dikutip dalam tulisannya di laman blog pribadinya, zulliesikawati.wordpress.com, ZA atau istilah bahasa Belanda, zwavelzure ammoniak, yang berarti amonium sulfat dengan rumus kimia (NH4)2S04 dan memang diperlukan dalam pembuatan nata de coco. Sementara dalam rilisnya pada 2015, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut ZA dan Urea (CH4N2O) merupakan sumber nitrogen yang baik untuk pertumbuhan Acetobacter xylinum, bakteri yang dipakai dalam fermentasi nata de coco.

Baca juga: Polisi Gerebek Pabrik Nata De Coco Dicampur Pupuk di Majalengka

"ZA adalah untuk menambah hara nitrogen bagi tanaman. Demikian pula bakteri Azetobacter xylinum (bakteri untuk membantu fermentasi nata de coco), untuk hidup dan aktivitasnya dia membutuhkan sumber nitrogen sebagai makanannya," katanya.

Menurut Prof Zullies pembutan nata de coco ini bisa menggunakan bahan lain penghasil nitrogen seperti bahan-bahan berprotein tinggi. Namun bahan-bahan tersebut tentu sangat mahal bagi produsen.

"Jika tidak ada ZA, bisa juga digunakan senyawa urea yang kaya akan unsur nitrogen. Tapi perlu dicatat bahwa dalam proses pembuatan nata itu pada akhir fermentasi ada proses-proses pencucian, sehingga sisa-sisa bahan yang digunakan telah dihilangkan. Jadi dalam produk natanya semestinya sudah tidak ada lagi ZA atau bahan-bahan lainnya," jelasnya.

Baca juga: Nata De Coco Bercampur Pupuk di Majalengka Diedarkan ke Cirebon

Jadi sebenarnya dalam pembuatan nata de coco, penggunaan pupuk ZA atau urea memang lazim dilakukan. Namun dengan catatan, seperti dikutip dari pom.go.id, Urea maupun ZA yang digunakan harus merupakan bahan-bahan yang food grade. Jika menggunakan yang non-food grade dikhawatirkan ada potensi cemaran logam berat. Selain itu, proses pencucian pada hasil akhirnya harus tepat sehingga tidak ada zat berbahaya yang masih tertinggal.

"Hanya saja kalau kita mendengar istilah pupuk, yang kebayang adalah barang yang kotor, tidak higienis. Gitu kok dimakan? Lha siapa bilang kita mau makan pupuk?" tulis Prof Zullies.

Baca juga: Polisi Tunggu Hasil Uji Laboratorium Nata De Coco Dicampur Pupuk(wdw/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit