detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan

Digoda dan Dilecehkan Adik Ipar, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 04/10/2017 14:03 WIB
Digoda dan Dilecehkan Adik Ipar, Apa yang Harus Saya Lakukan?Wanita yang takut karena digoda dan dilecehkan oleh adik iparnya sendiri/Foto: Thinkstock
Jakarta, Mbak, saya takut karena saya tinggal di rumah keluarga suami saya di mana rumah tersebut terdapat adik laki-laki dari suami saya juga. Baru-baru ini adik ipar saya tersebut mencoba menggoda saya tapi saya nggak mau ngerespons dan terulang lagi dia mencoba memeluk saya. Saya tidak berani memberitahu suami saya karena takut menjadi keributan. Apa yang harus saya lakukan Mbak? Saya pun belum mampu untuk pindah rumah Mbak.

A (Perempuan, 27 tahun)

Jawaban

Dear Mbak A,

Ketakutan Anda pada situasi tersebut sangat bisa dipahami. Apalagi jika ia lebih menjadi lebih berani setelah Anda tidak meresponsnya. Pada banyak kasus kekerasan, respons ketakutan dan tidak berdaya adalah hal yang diharapkan oleh pelaku. Semakin seseorang takut sampai tidak berani berbuat apa-apa, semakin pelaku merasa memiliki kuasa juga menjadi semakin besar.

Perlakuan adik ipar sudah bisa dikategorikan sebagai adanya pelecehan. Tidak mudah tentunya terbuka mengenai adanya pelecehan, terutama jika pelakunya adalah keluarga. Biasanya muncul rasa malu, kekhawatiran tidak dipercaya, dan sebagainya. Jika ada ketakutan dan rasa malu, perlu diketahui bahwa ini bukanlah kesalahan Anda tetapi kesalahan pelaku. Saya juga tidak memahami bagaimana persepsi keluarga suami terhadap kasus-kasus pelecehan, barangkali ini juga yang menjadi pertimbangan Anda untuk tidak bercerita kepada pasangan.

Keluar rumah atau menjauh dari pelaku bisa menjadi alternatif, meskipun seringkali ini hanya 'menunda' efek dari masalah yang sebenarnya. Adanya relasi keluarga tentu saja tidak mudah untuk terus menerus menghindari adik ipar. Saya tidak memahami alasan Anda berdua masih tinggal bersama mertua, tentu saja itu memiliki pertimbangannya sendiri.

Jika memungkinkan, lengkapi diri Anda dengan alat-alat pertahanan diri seperti pepper spray, atau berlatih bela diri sederhana untuk mempertahankan diri. Latih respons Anda, seperti berteriak jika ia sudah mulai berani menyentuh Anda tanpa seizin Anda. Jika hal tersebut masih tidak menghentikannya, sebaiknya memang Anda ceritakan hal ini kepada orang yang Anda percayai (jika Anda masih belum bisa bercerita kepada pasangan).

Saya tahu jawaban saya tidak akan langsung membuat Anda menjadi tidak ketakutan dan menyelesaikan masalah Anda. Ancaman atau kekerasan bisa menimpa siapa saja dan bisa jadi tidak sedikit orang yang juga mengalami masalah seperti Anda. Jadi, ketika Anda sedang sendiri dan ketakutan, sadari bahwa ini adalah reaksi yang normal dan wajar dalam situasi seperti ini. Konsultasikan dengan profesional jika dampak dari peristiwa ini mulai mengganggu aktivitas keseharian Anda.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit