detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Sering Diomeli Suami Karena Dianggap Kerjanya Makan Terus

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 05/10/2017 13:05 WIB
Sering Diomeli Suami Karena Dianggap Kerjanya Makan TerusSuami ngomel karena istri kerjaannya makan terus/Foto: Thinkstock
Jakarta, Halo, pagi Mbak Wulan yang cantik. Saya seorang ibu rumah tangga. Saya memiliki kondisi yang saya pikir normal yaitu ingin terus mengunyah dan makan tapi dalam kewajaran. Tapi suami saya terus-terusan memarahi saya dan bilang kerjaan saya hanyalah makan terus. Saya sedih Mbak, padahal saya hanya makan dengan wajar dan suka cemil-cemil sedikit. Mohon pencerahannya, terimakasih Mbak.

B (Perempuan, 29 tahun)

Jawaban

Dear Mbak B,

Tentu sedih ya, kebiasaan cemil-cemil yang dianggap wajar ini justru dapat menjadi pemicu kemarahan suami terhadap Anda. Kalau suami sampai mengatakan 'kerjaan saya hanyalah makan terus'? coba ingat-ingat lagi, sebenarnya seberapa sering sih Anda makan dan cemil-cemil? Seberapa banyak porsi yang Anda katakan wajar? Makanan seperti apa yang Anda konsumsi? Makanan beratkah? Makanan ringankah? Makanan sehat kah?

Kemarahan suami memang bisa membuat sedih. Hanya saja dalam komunikasi, kemarahan sebenarnya bisa jadi merupakan ekspresi kekhawatiran. Ada kekhawatiran tertentu kah dari pasangan atas pola makan Anda ini? Misalnya terhadap kesehatan Anda, dsb.

Untuk mengetahui normal atau tidaknya, tentu data yang dibutuhkan lebih banyak dan sebaiknya Anda konsultasikan juga dengan ahli gizi apakah porsi yang Anda makan mencukupi atau melebihi kebutuhan tubuh hariannya.

Berhubungan keinginan makan juga seringkali terkait dengan kebutuhan emosional, coba ingat-ingat lagi apakah Anda selalu makan meskipun Anda tidak merasa lapar? Apakah yang Anda rasakan setelah makan? Misalnya, merasa lebih tenang, bahagia, dsb. Terkadang ngemil terlihat biasa saja, namun sebenarnya kebiasaan makan tersebut merupakan ekstensi dari hal-hal yang dirasakan untuk mendatangkan kenyamanan.

Terkadang orang tidak bisa berhenti makan juga karena menganggap makanan adalah satu-satunya yang mendatangkan kesenangan. Misalnya saja banyak makan makanan yang mengandung gula memang bisa memberikan efek menenangkan. Menghentikan kebiasaan ini, bisa sama efeknya seperti putus zat yang adiktif.

Masih ada hal-hal lain juga yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kesulitan berhenti untuk makan. Jika membatasi frekuensi makan Anda membuat Anda sedih atau menimbulkan perasaan-perasaan yang tidak membuat Anda nyaman, sebaiknya konsultasikan langsung dengan Psikolog Klinis Dewasa untuk melihat permasalahan makan ini secara lebih komprehensif.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit