detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan

Ditolak Calon Mertua Karena Dianggap Belum Cukup Umur

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 06/10/2017 11:34 WIB
Ditolak Calon Mertua Karena Dianggap Belum Cukup UmurDitolak mertua karena dianggap belum cukup umur dan mapan/Foto: Thinkstock
Jakarta, Halo Mbak, aku punya masalah di mana aku mau melamar pasangan aku tapi orang tuanya ternyata masih menganggap aku belum cukup umur dan mapan. Orang tuanya juga tidak mengakui aku sebagai pacar dari anaknya tapi sebagai teman. Apa yang harus saya lakukan Mbak? Apakah mencari pasangan lain? Saya cinta sama pasangan saya ini Mbak? Terimakasih.

K (laki-laki, 24 tahun)

Jawaban

Dear Mas K,

Setiap orang tua tentu memiliki standar tertentu bagi calon pasangan hidup anak-anaknya. Ada beberapa diantaranya seringkali karena kecemasan dan kehawatiran mereka ingin memastikan bahwa anaknya akan mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Kalau kekhawatiran orangtua tersebut Anda pikirkan, adakah alasan tertentu yang membuat orangtua pasangan Anda mempermasalahkan hal tersebut? Misalnya, saat ini memang Anda belum memiliki pekerjaan tetap, sehingga mereka khawatir bagaimana Anda menghidupi anaknya nanti setelah menikah. Jika benar, bagaimana Anda mau meyakinkan mereka bahwa Anda memang dapat bertanggung jawab.

Pada dasarnya, melanjutkan atau tidak melanjutkan hubungan dengan pasangan semua kembali kepada Anda berdua. Dengan kondisi Anda saat ini, seberapa jauh Anda dan pasangan sebenarnya sudah siap untuk menikah? Persiapan yang diperlukan untuk menikah lebih dari sekedar perasaan sayang.

Bagaimana perasaan sayang tersebut membuat diri kita mempersiapkan mental bahwa akan ada orang lain di luar diri sendiri yang menjadi tanggung jawab. Penambahan peran sebagai suami dan ayah nantinya, bagaimana kalian berdua menghadapi permasalahan, sejauh mana Anda dan pasangan bisa mendukung dan bekerjasama dalam susah dan senang, sejauh mana Anda dan pasangan sudah saling mengenal dan saling menyesuaikan, sejauh mana Anda berdua mengetahui harapan masing-masing dalam pernikahan, bagaimana Anda mengelola konflik, dsb.

Fokuskan dulu perasaan sayang Anda pada pasangan untuk menciptakan hubungan yang sehat dan mempersiapkan hal yang dibutuhkan untuk menikah (fisik, mental, finansial dan hukum). Jika Anda berdua sudah sama-sama siap dan yakin, masalah dengan orangtua juga akan bisa dihadapi karena pada dasarnya hubungan Anda berdua memang sudah kuat.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit