detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Bagaimana Menyikapi Suami yang Dominan dan Ingin Menang Sendiri?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 09/10/2017 14:30 WIB
Bagaimana Menyikapi Suami yang Dominan dan Ingin Menang Sendiri?Menyikapi suami yang dominan dan ingin menang sendiri/Foto: Thinkstock
Jakarta, Suami saya selalu menang sendiri, Mbak. Dia selalu memaksakan semua hal yang dia inginkan. Dari hal-hal kecil sampai hal yang besar. Kalau saya tidak patuh, selalu dikata-katai dengan kasar.

Misalnya saja dia yang menentukan hari ini menu masakannya apa, kita beli makan di mana, beli sofa model seperti apa, dll. Pilihan saya sering kali dikatai norak. Saya cuma ingin sesekali apa yang saya katakan mau dia dengar.

Bukan berarti kalau saya cuma lulusan D3 dan suami saya S2 lantas membuat dia jadi lebih tahu segala macam hal ketimbang saya, bukan.

W (Perempuan, 31 tahun)

Jawaban

Dear Mbak W,

Dalam hubungan pernikahan, suami istri merupakan pasangan yang setara, sama-sama bekerjasama, berkolaborasi, dan melakukan penyesuaian selama pernikahan. Tingginya pendidikan, usia yang lebih tua atau muda, penghasilan lebih tinggi, dsb tidak lantas dapat membuat seseorang kemudian menjadi diperbolehkan untuk tidak menghargai pasangannya.

Orang yang suka merendahkan orang lain biasanya memiliki permasalahannya sendiri, seperti tidak percaya diri, insecure, membutuhkan kontrol, memiliki trauma masa lalu, masalah kepribadian, dsb. Seringkali, mereka memperlihatkan cara lain untuk terlihat "lebih" dan membuat orang lain merasa tidak berdaya atau lebih rendah dibandingkan dirinya.

Identifikasi juga seberapa jauh pasangan biasa mengontrol Anda. Hanya sebatas pada urusan rumah tangga, atau bahkan dalam kehidupan pribadi Anda. Sudah sejak berapa lama kebiasaan ini muncul? Jika sudah muncul sejak ia belum bersama Anda, tentu kebiasaan tersebut akan lebih menantang untuk diatasi dan biasanya dibutuhkan terapi pasangan.

Saat ini, yang perlu disadari adalah bagaimana Anda merespon terhadap situasi tersebut. Apakah Anda hanya diam saja, apakah Anda berusaha untuk memperjuangkan keinginan Anda, bagaimana? Tidak jarang dalam menghadapi pasangan yang dominan pasangan lainnya menjadi merasa tidak berdaya (bersikap submisif), atau cenderung mendiamkan untuk menghindari konflik. Tidak ada cara yang salah, yang ada hanyalah efektif atau tidaknya cara yang dipergunakan.

Setelah menyadari dan mengenali respon-respon Anda yang biasa muncul saat berhadapan dengan suami, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, tetap bersikap tenang meskipun kesal. Biasanya, orang yang dominan akan merasa kesal sendiri jika tidak berhasil mengintimidasi orang di hadapannya. Terus mengalah atau membalasnya dengan kemarahan hanya akan membuat hubungan menjadi semakin buruk.

Kedua, pastikan bahwa pasangan mengetahui keberatan Anda akan sikapnya yang mengontrol dan membuat Anda merasa tidak nyaman. Sampaikan jika memang Anda keberatan dengan perlakuannya. Dengan cara ini, dapat memberitahukan pasangan bahwa Anda juga memiliki hak yang sama untuk berpendapat. Gunakan kalimat dalam bentuk I Message, sehingga tidak terkesan saling menyalahkan. Jika hal ini dipendam dalam jangka waktu lama, lama kelamaan biasanya seseorang biasanya bisa jadi mempercayai perkataan pasangannya dan merasa rendah diri. Tidak jarang juga akhirnya mengalami kelelahan mental dan akhirnya merusak hubungan yang sudah ada.

Mengubah diri Anda memang tidak lantas mengubah pasangan. Namun, cara ini dapat membuat Anda merasa lebih berdaya dan memiliki kontrol terhadap diri Anda sendiri. Sehingga, seburuk-buruknya perkataan pasangan, Anda sudah bisa memilah mana yang memang merupakan umpan balik atau mana hal-hal yang bisa Anda abaikan, terutama perkataan-perkataan yang merendahkan.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit