detikhealth

True Story

Cerita Mantan Pesepak Bola Ethan Zohn Dua Kali Berjuang Melawan Kanker

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Rabu, 11/10/2017 16:07 WIB
Cerita Mantan Pesepak Bola Ethan Zohn Dua Kali Berjuang Melawan KankerEthan Zohn pernah melawan kanker hingga dua kali. Foto: Instagram @ethanzohn
Jakarta, "Halo nama saya Ethan," ujar seorang pria berperawakan tinggi sambil melambaikan tangan di sela acara Cancer Information & Support Center (CISC). Dengan senyum merekah, semua survivor yang ada di ruang tertawa bersama.

Ya, pria itu adalah Ethan Zohn seorang mantan atlet sepakbola profesional di Afrika. Dengan gaya hidupnya yang sehat dan menjauhi rokok, tentu kabar Ethan terserang kanker bagaikan suatu misteri yang tidak pernah bisa dijawab.

Bermula dari tahun 2009, ketika itu Ethan mengeluhkan kulit gatal yang tidak berhenti meskipun sudah mencoba berbagai hal untuk mengatasinya.

"Tidak ada yang bisa mendiagnosa ini penyakit apa. Aku ke dokter, coba krim, tapi tetap tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada diriku, " ujar Ethan di markas komunitas para penyintas kanker CISC, Rabu (11/10/2017).

Dilanda kebingungan selama 4 bulan, akhirnya Ethan bisa mengetahui apa yang terjadi padanya. Dia terdiagnosa hodgkin's limphoma stadium 2B. Dari rontgen ditemukan massa mediastinal sebesar 12,2 cm.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Limfoma, Kanker yang Serang Aktor Aldi Taher

Lisa sang istri adalah sumber kekuatan terbesar yang membuat Ethan semangat.Lisa sang istri adalah sumber kekuatan terbesar yang membuat Ethan semangat. Foto: Instagram @ethanzohn

"Aku sudah menjalani 12 kemo berbeda, beberapa radiasi juga. Ini adalah masa yang sangat menakutkan dan kesepian, tubuhku sendiri melawanku. Aku tidak bisa tidur atau makan. Tidak ada energi, aku tidak bisa tidur, rambutku rontok," cerita Ethan yang membuat suasana tiba-tiba terasa lebih sunyi.

Tapi bukan berarti Ethan menyerah begitu saja. Bahkan semangatnya membara dengan memutuskan untuk membotakan rambutnya sebelum dokter menyarankan untuk kemo. Menurutnya, dialah yang harus mengatur hidupnya, bukan kanker.

Dengan saran dari dokter pada satu titik di tengah perjuangannya, Ethan melakukan transplantasi stem cell yang bersumber dari tubuh sendiri. Usahanya pun membuahkan hasil karena setelah itu ia berhasil dinyatakan sembuh meski tidak berlangsung lama. Sekitar 20 bulan kemudian, tepatnya di tahun 2011, kanker kembali muncul.

"Ketika terkena untuk kedua kalinya, rasanya benar-benar lebih buruk dari sebelumnya. Kalau yang pertama terdiagnosis bisa radiasi dan kemo, kalau sekarang bisa apa lagi?" kata pria yang juga pemenang acara TV Survivor Africa ini.

Ia pun berdoa untuk keajaiban. Dengan optimis ia menyatakan 'miracle' adalah sebuah obat baru. Doanya pun terjawab, dokter berhasil menemukan sebuah uji coba metode terbaru untuk mengatasi limfoma.

Baca juga: Muncul Benjolan pada Tubuh, Waspada Kanker Limfoma

Ethan Zohn adalah mantan pemain sepak bola profesional di AfrikaEthan Zohn adalah mantan pemain sepak bola profesional di Afrika Foto: Instagram @ethanzohn

"Dan momen itu, aku beruntung, ada terapi baru yg bisa aku lakukan, aku adalah orang pertama yang mencoba terapi ini. Aku menjadi percobaan klinis," ujarnya dengan menggebu.

Ethan mengibaratkan proses penyembuhan dengan obat baru adalah dengan 'menyetel ulang' tubuh. Perawatan yang ia jalani adalah dengan melakukan stem cell yang ia peroleh dari saudara lelakinya, Lee, yang disuntikan ke sumsum tulang belakang. Sum-sum ini kemudian akan memproduksi sel darah yang sehat sehingga kankernya bisa dieleminasi.

"Rasanya seperti novel sains fiktif, tapi ini adalah proses dalam hidup yang bisa membuatmu bertahan hidup," tutur Ethan menggambarkan keadaannya saat itu.

Singkat cerita dengan segala perjuangan dan dukungan dari sahabat, keluarga, serta pasangannya Lisa, Ethan pun dinyatakan remisi. Berangkat dari situ, rasa syukurnya pun mengarah pada rasa ingin berbagi kisahnya untuk menyelamatkan banyak orang.

Ethan kini sering membuat video dan tampil diberbagai acara tv juga komunitas untuk menyuarakan tentang pentingnya kesadaran atas kanker khususnya limfoma.

"Seekor burung bernyanyi bukan karena ia tahu jawaban, ia bernyanyi karena ia memiliki sebuah lagu untuk dinyanyikan, dan ini (cerita kehidupannya) adalah laguku," ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah dari semua pejuang di CISC.

Kini Ethan mengaku bahagia karena mulai ada surat yang ia terima dan menyatakan bahwa berkat ceritanya, orang lain dapat mendeteksi kanker limfomanya lebih dini. Sudah sekitar 35 surat yang ia terima dan menyampaikan hal yang sama.

Baca juga: Mulanya Ada Ruam di Dada, Ternyata Tania Terkena Kanker(ajg/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit