detikhealth

Oplosan Miras Pakai Jengkol, Benarkah Bisa Mematikan?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 13/10/2017 07:01 WIB
Oplosan Miras Pakai Jengkol, Benarkah Bisa Mematikan?Polisi menunjukkan barang bukti miras oplosan di Cipayung (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta, Pesta minuman keras (miras) oplosan menewaskan empat orang di Cipayung, Jakarta Timur. Kabarnya, minuman beralkohol yang dikonsumsi dioplos atau dicampur dengan jengkol.

"Betul ada laporan mengatakan bahwa ada kematian empat orang dari enam orang yang meminum miras oplosan yang dicampur dengan jengkol pada hari Minggu (8/10)," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo.

Tidak disebutkan lebih lanjut, bagaimana teknisnya jengkol tersebut dioplos dengan miras. Namun seperti dikutip dari detiknews, para korban diketahui meminum miras dibarengi dengan makan jengkol.

Usai menenggak miras oplosan, keempat orang tersebut mengalami gejala keracunan. Di antaranya pusing kepala, nyeri dada, serta muntah darah. Sebanyak enam orang dilarikan ke rumah sakit, empat di antaranya meninggal dunia pada Selasa (10/10).

Baca juga: Pesta Miras Oplosan Pakai Jengkol, 4 Orang Tewas di Cipayung


Penelusuran detikHealth belum menemukan ada pihak yang memastikan oplosan jengkol sebagai penyebab kematian para korban. Alkohol sendiri, dalam dosis besar juga bisa memicu efek letal atau mematikan tanpa perlu dioplos dengan bahan lain.

Sedangkan jengkol sendiri, meski jarang dilaporkan sebagai penyebab kematian, memang memiliki efek toksik atau beracun, khususnya jika dikonsumsi berlebihan. Makanan ini terkenal dengan efek kejengkolan, atau keracunan asam jengkolat (jengkolic acid).

Ilustrasi jengkolIlustrasi jengkol Foto: Istimewa


Racun ini terkandung dalam biji jengkol, dan bisa mengendap sebagai kristal di ginjal maupun saluran kencing. Efeknya antara lain nyeri saat kencing. Bisa juga memicu mual muntah dan nyeri di sekitar perut.

"Karenanya makan jengkol jangan sampai langsung habis satu piring. Jumlahnya dikurangi dan jangan lupa minum air putih yang cukup agar kristalnya nggak gampang nyatu dan bisa dikeluarkan," kata dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU dalam wawancara dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Siapa Gemar Makan Jengkol? Ini Pesan Dokter Agar Tak Kejengkolan

Walau beracun, bukan berarti jengkol tidak ada manfaatnya. Dalam takaran yang wajar, jengkol punya kandungan bermanfaat seperti sayur pada umumnya yakni serat. Seperti halnya kacang-kacangan yang lain pula, jengkol juga kaya akan protein.

"Selain itu juga seperti sayuran pada umumnya lah, ada vitamin juga di sana. Mineral dan segala macam," kata dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, ahli pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo.

Baca juga: Jengkol Mahal, Ini Komentar Dokter

(up/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit