detikhealth

Hadapi MEA, PB Papdi Gelar Pekan Ilmiah Nasional di Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikHealth
Jumat, 13/10/2017 17:37 WIB
Hadapi MEA, PB Papdi Gelar Pekan Ilmiah Nasional di MakassarDokter spesialis diharapkan tingkatkan daya saing di era MEA. Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/Detikcom
Makassar, Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memungkinkan dokter asing bisa membuka praktik di Indonesia. Mengantisipasi hal tersebut, Pengurus Besar (PB) Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) menggelar Pekan Ilmiah Nasional (PIN) Papdi ke-15 di Makassar dengan tujuan meningkatkan aspek keilmuan dan keterampilan diagnostik dan terapi klinis dokter spesialis penyakit dalam se-Indonesia.

Kecepatan dokter spesialis penyakit dalam melakukan diagnostik dan keputusan terapi dipandang sangat penting di era MEA dan Jaminan Kesehatan Nasional saat ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Papdi Prof Dr dr Idrus Alwi SpPD dalam keterangan pers setelah pembukaan PIN Papdi di hotel Grand Clarion, Makassar, Jumat (13/10/2017) menyebutkan bahwa kegiatan pertemuan ilmiah ini menghadirkan pakar dari 12 divisi dalam lingkup Ilmu Penyakit Dalam, untuk berbagi ilmu dan keterampilan agar para dokter spesialis penyakit dalam di Indonesia memiliki daya saing dengan dokter-dokter asing yang akan berpraktik di Indonesia.

Baca juga: Peluang Pertukaran Tenaga Kesehatan di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menambahkan, para dokter spesialis penyakit dalam yang mengikuti PIN Papdi di hotel Grand Clarion, Makassar selama 3 hari, Jumat-Minggu (13-15/10), akan menambah pengalaman dan keterampilan dari bekal ilmu kedokteran terkini, sesuai prinsip pelayanan kesehatan berbasis bukti dan memberikan dampak positif dengan kepercayaan pasien atas layanan dokter spesialis penyakit dalam Indonesia tidak kalah dengan layanan kesehatan yang ada di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

"Kami harapkan kepuasan pasien akan meningkatkan daya saing kita (dokter spesialis penyakit dalam) terhadap layanan sejenisnya di luar negeri, terutama rumah sakit yang menjadi tujuan pasien-pasien dari Indonesia," ujar Prof Idrus.

Idrus juga berharap target layanan kesehatan spesialistik di bidang Penyakit Dalam dapat mencapai target: berkualitas, terjangkau dan merata di seluruh pelosok Indonesia.

Terkait rencana dokter asing akan membuka praktik di era MEA, Idrus meyakini proses masuknya dokter spesialis dari negara luar tidak semudah dengan masuknya pekerja di sektor profesi lain.

"Secara resmi belum ada dokter asing yang berpraktik di Indonesia, yang ada kerjasama transformasi keilmuan, kemungkinan masuknya dokter asing sudah ada regulasi dari Kemenkes, IDI dan Konsil Kedokteran. Banyak aturannya seperti kemampuan dokter asing berbahasa Indonesia dengan pasiennya, itu jadi satu kendala. Peran Papdi sendiri sudah membuat tim ad hoc untuk melihat kemampuan dokter asing beradaptasi dan bekerjasama dengan dokter-dokter ahli di Indonesia," pungkas Prof Idrus.

Dalam PIN Papdi ke-15 di Makassar ini mengambil tema "Update dalam Prosedur Diagnostik dan Pengobatan Penyakit Dalam: Menuju Kompetensi Berbasis Bukti" akan membahas aspek terkini seperti Nutrisi Parerental, Hepatitis B, Terapi Hipertensi, Tata Laksana Penyakit Kardiovaskular, Diabetes Melitus, Nyeri, Probiotik, Auto Immune, Transplantasi, Terapi Paliative, Kelainan Hematologi, Tata Laksana Ventilator serta Gangguan Psikosomatis pada Kardiovaskuler.

Baca juga: Ini Kompetensi Lebih yang Dimiliki Dokter Layanan Primer(mrs/mrs)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit