detikhealth

Jaga Emosi, Orang Jakarta Darah Tinggi Kalau Kena Macet

Dhani Irawan - detikHealth
Sabtu, 14/10/2017 08:40 WIB
Jaga Emosi, Orang Jakarta Darah Tinggi Kalau Kena MacetScreenshot video anggota TNI AL dan pemobil baku hantam di Rawamangun, Jaktim
Jakarta, Perkelahian Bimantoro dengan Lettu Satrio di jalan raya menyebabkan macet. Emosi keduanya tersulut setelah Bimantoro membuang sampah sembarangan dari dalam mobil dan mengenai istri Lettu Satrio.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengimbau agar masyarakat lebih bisa menjaga diri ketika berkendara. Argo meminta masyarakat tak mudah naik pitam di jalanan.

"Intinya bahwa orang untuk menjaga diri, menjaga emosi di jalan. Makanya, kalau mau berangkat ke kantor, ya berangkat lebih awal, jadi kan tidak tergesa-gesa, salah satunya seperti itu, taati rambu lalu lintas," kata Argo kepada detikcom, Jumat (13/10/2017).

Baca juga: Buang Sampah Berujung Baku Hantam di Jalan, Ini Ancaman Pidananya

Baku hantam Bimantoro dengan Lettu Satrio itu sempat viral melalui video yang tersebar di media sosial. Imbauan agar tidak mudah terpancing emosi juga disampaikan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko.

"Orang Jakarta ditanya macet? Macet udah biasa, tapi preferensi stroke, preferensi darah tinggi setiap tahun semakin tinggi. Itu artinya apa? Biasa itu hanya sampai di mulut, dalam hati maupun alam bawah sadar mereka masih ada penolakan, kan begitu," kata Sigit.

Jaga Emosi, Orang Jakarta Darah Tinggi Kalau Kena MacetHipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko stroke dan serangan jantung.


"Nah, kalau imbauan saya, ya kita inline dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan angkutan umum. Mari kita gunakan angkutan umum sehingga subsidi yang diberikan pemerintah bisa tepat sasaran dan tepat guna," sambung Sigit.

Kini kasus buang sampah berujung baku hantam itu tengah ditangani Polres Jakarta Timur. Lettu Satrio melaporkan Bimantoro.

Baca juga: Baku Hantam dengan Anggota TNI AL, Pemobil: Saya Khilaf

Namun Bimantoro sudah meminta maaf kepada Lettu Satrio serta TNI, khususnya TNI AL. Tetapi polisi tetap melanjutkan kasus itu karena belum ada pembicaraan tentang upaya mediasi.

Peristiwa ini diketahui dari sebuah video yang beredar melalui aplikasi pesan instan dan situs YouTube. Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik itu, keduanya terlibat baku hantam di tengah jalan.

Mobil merah bernomor polisi B-1599-PVH yang dikendarai pria berkaus hitam berhenti di lajur kanan jalan, sementara anggota TNI AL masih duduk di atas sepeda motornya di sebelah kiri mobil.

Keduanya terlibat adu mulut yang berlangsung panas. Di tengah adu mulut, si pria mendorong prajurit TNI AL. Prajurit membalas dorongan itu dengan mendaratkan bogem mentah di pipi kiri si pria. Baku hantam pun terjadi. Warga yang menonton mencoba melerai, namun mereka tetap jual-beli pukulan.

Catatan: Artikel asli dipublikasikan di sini.

(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close