detikhealth

Dipicu Tren Pamer Tulang di Instagram, Gangguan Pola Makan Makin Mengancam

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 16/10/2017 15:37 WIB
Dipicu Tren Pamer Tulang di Instagram, Gangguan Pola Makan Makin MengancamIlustrasi pengidap anoreksia (Foto: Instagram)
Jakarta, Media sosial, khususnya instagram, pernah diramaikan dengan tren pamer tubuh kurus sampai tulangnya kelihatan. Belakangan, tren ini dianggap makin mengkhawatirkan.

Tahun 2012, jejaring media sosial pernah membatasi kata-kata yang mempromosikan ganguan pola makan. Di antaranya thinspiration, yang biasanya menyertai gambar-gambar tubuh kurus di instagram.

Kecenderungan memamerkan tubuh terlalu kurus, dianggap sebagai pemicu gangguan pola makan seperti anoreksia. Gangguan ini memicu ketidakseimbangan nutrisi yang berdampak luas bagi kesehatan.

Sejak thinspiration dilarang, tren memamerkan tubuh kurus yang menampakkan tulang belulang tidak benar-benar tenggelam. Belakangan, muncul lagi tren serupa dengan tajuk bonespiration.

Baca juga: Foto Transformasi Para Wanita Anoreksia: Dari Kurus Kering Kembali Berisi

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa tren bonespiration kali ini bahkan lebih mengkhawatirkan. Dalam sepekan, para ilmuwan bisa menemukan 140.000 gambar di instagram yang terkait dengan tren bonespiration.

Setelah menganalisis 730 gambar di antaranya, para ilmuwan menemukan bahwa gambar-gambar yang muncul dalam tren bonespiration ini lebih mengkhawatirkan. Sebanyak 26 persen menampilkan tulang panggul yang menonjol, 23 persen tulang iga, 22 persen tulang dada dan tulang belakang.

"Anoreksia dan gangguan makan adalah gangguan kejiwaan yang paling fatal dan gambar-gambar," sebut Catherine Talbot, psikiater dari Exeter of University, dikutip dari The Sun.

Baca juga: Dokumentasikan Program Diet Lewat Selfie Bisa Picu Gangguan Makan

(up/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit