detikhealth

Fatin Berbagi Kisah Berjuang Bersama Pepeng Berdamai dengan Multiple Sklerosis

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Jumat, 20/10/2017 14:34 WIB
Fatin Berbagi Kisah Berjuang Bersama Pepeng Berdamai dengan Multiple SklerosisFatin berjuang bersama Pepeng berdamai dengan Multiple Sklerosis. Foto: Ais/detikHealth
Jakarta, Berdamai dengan Multiple Sklerosis (MS) adalah hal yang dibutuhkan oleh seluruh penyintasnya. Tak mudah, butuh proses yang panjang untuk memahami dan belajar untuk menerima keadaan. Seperti itu kira-kira yang dirasakan oleh Fatin Hamama (50), ketika awal terdiagnosis MS di tahun 2006.

"Tengah malam saya bilang sama keluarga saya 'kepala saya sakit, saya mau ke dokter' tapi disuruh tahan aja dulu. Tapi saya rasa kok sakitnya aneh sekali, Saat berusaha ke kamar mandi saya guyur kepala saya supaya bisa adem ini enggak juga. Saya kasih minyak kayu putih sampai saya seperti keramas, enggak juga (hilang pusingnya)," kenangnya.

Ditemui detikHealth saat acara 'Get to Know Multiple Sclerosis' oleh Indonesia Multiple Sclerosis Group (IMSG), Jumat (20/10/2017), di Jakarta Convention Center, Fatin mengisahkan bahwa ia mengunjungi Rumah Sakit Haji. Saat itu diagnosis dokter mengatakan bahwa otak Fatin kekurangan oksigen sehingga suplai darah tidak lancar. Akan tetapi, ada satu dokter yang menyarankan wanita yang kini sudah memiliki satu cucu ini untuk menjalani MRI. Namun karena saat itu belum ada MRI di sana, Fatin dirujuk ke RS Waluyo Jakarta.

"Yang membuat perasaan saya tidak enak, sebelum MRI suster dan dokternya biasa-biasa saja gitu. Begitu setelah MRI dokter dan susternya langsung nyamperin saya dan bilang 'bu, hati-hati'. Saya merasa ga enak dalam hati, 'ini ada apa yang terjadi pada saya, kok sudah liat hasil MRI-nya tiba-tiba care banget,'" kisahnya dengan nada bergetar.

Setelah kembali di Rumah Sakit Haji, Fatin mengaku masih memikirkan apa yg terjadi ruang MRI. Anehnya lagi, dokter neurologi menyarankannya untuk berkonsultasi ke dokter bagian kejiwaan psikiater. Sampai akhirnya setiap pagi, psikiater datang memberi motivasi untuk membuatnya lebih percaya diri.

Baca juga: Multiple Sclerosis, Penyakit 'Seribu Wajah' yang Bikin Dokter Garuk Kepala

Hari ketiga, internis (dokter spesialis penyakit dalam) baru membawakan Fatin berkas-berkas yang menerangkan soal MS kepadanya. Fatin yang tidak mengenal MS saat itu masih menunjukan respon yang tenang. Namun begitu sampai di rumah, ia baru menyadarinya.

"Saya tidak tahu apa itu MS, begitu pulang saya tenang saja. Sampai di rumah, saya baca ternyata saya MS, saya lumayan shock. Shock sekali, susah menyampaikannya," ungkapnya.

Ia pun mulai mencari tahu MS lebih lanjut. Sampai akhirnya tersadar bahwa gejala MS sebenarnya sudah nampak pada dirinya sejak dulu. Ketika duduk di bangku SMP dulu, ia sudah sering merasa pusing yang teramat sangat, ia juga sering terjatuh karena hilang keseimbangan hingga sulit berjalan. Bahkan ternyata, sang ibunda baru menceritakan padanya bahwa Fatin sempat lumpuh cukup lama saat masih sangat kecil.

Di masa yang sulit ini, Fatin beruntung karena peran keluarga sangat memberinya dukungan kuat untuk bertahan. Kebetulan, Fatin juga berteman dengan pelawak legendaris Pepeng yang juga pernah didiagnosis penyakit yang sama dengannya.

"Saya dateng ke rumah mas Pepeng, saya bilang sama mas Pepeng 'mas kita kok gini ya,' terus dia bilang 'kita enggak bisa menyalahkan Tuhan. Kita enggak bisa bilang sama Tuhan 'God, why me?' Tuhan pasti bilang 'why not?'. Sudah, terima saja,'" ujarnya menirukan ucapan Pepeng kala itu.

Baca juga: Sering Jatuh, Elisabeth Tak Sadar Dirinya Kena Multiple Sclerosis

Mereka pun saling menguatkan satu sama lain untuk bertahan dan berdamai dengan penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita di usia produktif ini.

"Kadang mas Pepeng di rumah sakit, saya di rumah sakit. Kita saling menguatkan sampai akhirnya beliau tidak ada."

Satu hal yang pasti, Fatin mengaku semangat karena dokter yang menanganinya sangat aktif membantunya. Tak jarang dokternya mencarikan jurnal soal MS dan menyampaikannya kepada Fatin sebagai tambahan informasi. Ditambah keluarganya yang sangat perhatian pun juga sempat menitipkan pesan yang membuatnya tetap semangat hingga saat ini.

"Keluarga saya bilang gini, 'kalau kita menderita sakit, obat itu hanya berperan 25 persen, tetapi yang 75 persen itu keinginan dirimu yang ingin sehat. Kalau kamu ingin sehat, obat itu hanya pendamping'," kandasnya.

Baca juga: Begini Cara Penyakit Multiple Sclerosis Merusak Tubuh(ajg/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit