detikhealth

Kematian Akibat Tersedak Meningkat, Pemicunya Lupa Mengunyah

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sabtu, 21/10/2017 16:11 WIB
Kematian Akibat Tersedak Meningkat, Pemicunya Lupa MengunyahFoto: Thinkstock
Jakarta, Di Inggris, kematian akibat tersedak mengalami peningkatan. Sebagian besar di antaranya disebabkan oleh makanan yang nyangkut di kerongkongan.

Ini terungkap dalam sebuah data terbaru yang dihimpun oleh The Office for National Statistic. Terungkap dalam data tersebut, 289 kasus kematian pada 2016 disebabkan karena tersedak. Angka tersebut naik 17 persen dari tahun sebelumnya.

Dari angka tersebut, 91 persen kematian terjadi pada usia 45 tahun. Temuan ini mengejutkan karena biasanya risiko kematian akibat tersedak lebih banyak dialami anak-anak.

Temuan lain yang terungkap adalah bahwa 85 persen dari kematian tersebut disebabkan oleh makanan. Para pakar menyebut, cara mengunyah yang tidak benar turut bertanggung jawab terhadap naiknya angka kematian.

Baca juga: Bagaimana Seseorang Bisa Keracunan CO2 Saat Berjam-jam di Dalam Mobil?

"Ada kesadaran terus-menerus soal pencegahan kematian akibat tersedak pada bayi dan balita, dengan memotong makanan dengan benar dan memastikan benda kecil jauh dari jangkauan," kata Matt Oakley dari Dechoker UK, dikutip dari Dailymail.

Baca juga: Pembunuhan di Pulomas dan Risiko Terjebak di Ruang Sempit Minim Oksigen

"Sepertinya ketika masuk usia paruh baya, kita lupa bagaimana caranya mengunyah makanan," lanjutnya.

Ketika seseorang tersedak makanan, jalan napas bisa tersumbat dan dengan segera tubuh akan kekurangan oksigen. Kematian bisa terjadi secara bertahap jika sumbatan tidak diatasi, dimulai dengan kerusakan sel-sel otak dan lama-kelamaan organ vital seperti jantung dan paru-paru gagal berfungsi.

Baca juga: Ini yang Dialami Tubuh Sehingga Kekurangan Oksigen Bisa Mematikan

(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit