detikhealth

Mengunjungi Kampung Kusta di Pinggiran Jakarta

Erika Kurnia - detikHealth
Jumat, 10/11/2017 10:34 WIB
Mengunjungi Kampung Kusta di Pinggiran JakartaIstri mantan penderita kusta di kampung kusta Jakarta. Foto: Erika Kurnia/detikHealth
Jakarta, Di pinggiran Bekasi yang tidak jauh dari Ibukota, di Jatibening, terdapat wilayah yang disebut-sebut sebagai Kampung Kusta. Lokasinya hanya 'sepelemparan batu' dari gerbang tol Pondok Gede Timur.

Di antara banyaknya pengidap kusta dibanding daerah lain, menurut catatan pemerintah daerah setempat, ternyata ada dari mereka yang berhasil terbebas dari penyakit infeksi oleh Mycobacterium leprae ini.

Setelah menghampiri Puskesmas Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, detikHealth mendapatkan informasi untuk berkunjung langsung ke Kampung Kusta tersebut baru-baru ini. Daerah tersebut berlokasi di Jalan Cemerlang RT06/02, Jatibening Baru, Bekasi.

Melalui arahan seorang kader kesehatan di RT tersebut, detikHealth kemudian bertamu ke rumah keluarga mantan pengidap kusta, Bapak Ghofur, yang disambut langsung oleh sang istri, Mpok Rohila.

"Tadi pagi saya lihat kupu-kupu besar di rumah. Eh, beneran pertanda mau ada tamu," katanya sambil menyodorkan gelas es teh manis, sebelum memulai perbincangan di rumah yang kini hanya ditinggali pasangan suami istri 65 tahun tersebut.

Sayangnya, Pak Ghofur tidak bisa bergabung karena masih sibuk bekerja sebagai tukang ojek.

"Alhamdulillah, bapak udah sembuh dari kusta. Mulai gejala sih kita udah liat dari 8 tahun lalu. Tapi, yang parah itu dua tahun lalu ini lah," kata Mpok Rohila, memulai kisahnya.

Ia menceritakan, pada awalnya, sang suami memiliki semacam kurap di wajahnya. Kondisi tersebut lama kelamaan semakin meluas, menjadi memerah, dan basah seperti cacar air yang pecah.

"Jadi dulu awalnya cuma kayak kurap. Di sini nih, di bawah mata, terus sekeliling wajah. Lama kelamaan kok memerah, terus basah kayak cacar air pecah gitu, gimana sih. Ih, geli deh liatnya. Dari muka ke leher, tangan, semuanya," ungkapnya sambil bergidik.

Baca juga: Rindu Tak Berbalas Eks Pasien Kusta Pada Kampung Halaman

Kondisi serupa ternyata ia juga temui pada beberapa tetangga satu RT-nya. Beberapa di antara mereka bahkan sudah menjadi almarhum karena kusta yang tidak tertolong. Sampai saat ini, bahkan masih ada empat warga setempat yang belum terbebas dari kusta.

"Di RT ini aja yang meninggal udah tiga orang. Pertama itu dulu tahun 90-an. Ada lagi yang nurunin ke anaknya lalu meninggal. Terakhir belum lama ini Bang Ryan (nama disamarkan). Nah, kalau di sini yang masih sakit ada empat, termasuk menantu yang baru meninggal kemarin," tuturnya.

Penyebaran kusta di Indonesia. Data penyebaran kusta di Indonesia. Foto: Infografis


Ibu yang memiliki empat anak dan sembilan cucu ini mengatakan, mereka yang meninggal atau belum sembuh dari kusta seperti suaminya belum mau berinisiatif untuk mendapatkan pengobatan yang layak.

"Almarhum Bang Ryan itu, pas diajak berobat sama bapaknya enggak mau. Padahal saya sama Pak RT udah ajakin berobat bareng. Tapi dia enggak mau karena biayanya gede, katanya. Kalau ikut sama saya, pasti bisa sembuh," tuturnya.

Pak Ghofur sendiri berhasil sembuh setelah berobat ke Rumah Sakit Khusus Kusta Sitanala di Tangerang. Setelah mengikuti pengobatan selama kurang lebih enam bulan, gejala kusta yang diidap berangsung menghilang tanpa meninggalkan cacat tubuh.

Seperti diketahui, penyakit kusta atau lepra merupakan infeksi yang menyerang saraf tepi dan sering ditandai bercak pada kulit. Jika tidak segera dideteksi dan ditangani, kusta bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Baca juga: Infografis: Kondisi Terkini Penyakit Kusta di Indonesia

(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit