detikhealth

Cerita dari Kampung Kusta

Berbagai Upaya Sembuh dari Kusta, Abon Monyet hingga Salep Ular Kobra

Erika Kurnia - detikHealth
Jumat, 10/11/2017 16:08 WIB
Berbagai Upaya Sembuh dari Kusta, Abon Monyet hingga Salep Ular KobraBeragam alternatif sering digunakan untuk sembuhkan kusta. Foto: Thinkstock
Jakarta, Tampak seperti kutukan, kusta tak membuat warga Jatibening ini menyerah pada keadaan. Berkat pertolongan medis yang tepat, kusta bisa sembuh dalam waktu singkat.

Dia adalah Ghofur, warga Jalan Cemerlang RT06/02 Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi yang disebut-sebut sebagai daerah Kampung Kusta.

Menemui gejala kusta delapan tahun lalu, sang istri yang biasa disapa Mpok Rohila juga mulai perhatian pada kondisi yang awalnya nampak seperti penyakit kulit tersebut.

"Awalnya sih kayak kurap gitu di mukanya. Sempat berobat rutin di puskesmas. Terus setelah kulitnya menghitam, banyak yang nyaranin macem-macem supaya cepet ilang," tuturnya, saat ditemui detikHealth di kediamannya.

Ia menuturkan sempat mengikuti saran orang lain agar Ghofur mengonsumsi daging ular kobra. Sang anak pun membantu mencarikan daging yang dipercaya bisa menjadi obat kulit, sekalipun harganya mahal.

"Akhirnya nyoba tuh, sate, abon, sampe salep uler kobra. Enggak sembuh juga. Terus ada lagi yang ngajarin makan abon monyet. Kita beli deh monyet hidup. Anak saya yang nyariin. Terus dibikin abon, dimakan bareng nasi. Bukannya tambah sembuh, malah jadi kayak cacar gitu," kisahnya.

Dalam situasi seperti itu, Mpok Rohila bertemu seorang teman yang juga memiliki keluarga dengan kusta dan sembuh. Ia pun disarankan untuk berobat ke Rumah Sakit Khusus Kusta Sitanala di Tangerang.

"Setelah dateng sendiri ke rumah sakitnya, saya ajaklah suami saya. 'Diajak ke mana nih?', 'Berobat nyok, ke rumah sakit sana'. Alhamdulillah, sekali berobat langsung sembuh," tutur nenek dari sembilan cucu tersebut.

Baca juga: Asal Telaten Berobat, Pasien Kusta Bisa Sembuh Total Kok

Suami yang kini berusia 65 tahun tersebut berhasil meraih kesembuhan total setelah rutin menjalani pengobatan selama enam bulan. Setiap hari, Pak Ghofur mengonsumsi obat oral tiga kali sehari.

"Jadi awalnya itu kayak kurap. Di sini nih, di bawah mata, terus sekeliling wajah. Lama kelamaan kok memerah, terus basah kayak cacar air pecah gitu. Dari muka ke leher, tangan, semuanya. Setelah diobati sempat menghitam, tapi langsung hilang gitu aja," imbuhnya.

Menurutnya, tidak semua pasien kusta bisa langsung berobat ke rumah sakit. Selain karena biaya yang dikeluarkan lebih mahal, fasilitas kesehatan lini pertama seperti puskesmas kini bisa melayani pengobatan kusta.

Penyakit kusta atau lepra merupakan infeksi oleh bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi dan sering ditandai bercak pada kulit. Jika tidak segera dideteksi dan ditangani, kusta bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Baca juga: Kusta Tidak Menular Jika Sudah Sembuh

(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit