detikhealth

Menelaah Konsep Harm Reduction Rokok Lewat Vape

mrs - detikHealth
Jumat, 10/11/2017 19:03 WIB
Menelaah Konsep Harm Reduction Rokok Lewat VapeManfaat rokok elektrik atau vape picu pro dan kontra. Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Pro dan kontra soal manfaat rokok elektrik atau vape untuk berhenti merokok masih berlanjut. Bagi kalangan yang mendukung, vape disebut sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok, dengan mengedepankan konsep harm reduction.

Konsep harm reduction atau pengurangan risiko bahaya lazimnya digunakan dalam penanganan masalah penyalahgunaan narkoba. Pada pengguna narkoba suntik (penasun) risiko bahaya dari penularan HIV dan hepatitis dikurangi dengan pemberian jarum steril secara gratis.

Baca juga: Vape Hanya Ditujukan Bagi Perokok yang Ingin Berhenti

Ketua Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, Prof Dr Achmad Syawqie Yazid, menyebut konsep harm reduction juga bisa dilakukan pada risiko bahaya yang muncul akibat merokok. Salah satunya adalah dengan menggunakan alternatif bagi tembakau, yakni produk vape atau rokok elektrik.

"Saat ini masih banyak penafsiran yang salah terkait produk tembakau alternatif seperti nikotin tempel, snus, rokok elektrik atau vape, dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar, padahal, produk-produk tersebut telah terbukti secara klinis dapat menjadi alternatif untuk menekan dampak buruk dari pembakaran akibat dari mengonsumsi rokok," ungkap Prof Syawqie dalam acara Asia Harm Reduction Forum 2017, di Shangrila Hotel, Jakarta.

Hal senada juga dikatakan oleh Dr Konstantinos Farsalinos. Ia mencontohkan sabuk pengaman pada mobil dan helm yang dipakai pengendara. Dua hal tersebut dikatakannya merupakan contoh nyata konsep harm reduction saat berkendara.

"Jika ingin bebas dari risiko kecelakaan, yang Anda lakukan adalah tidak mengendarai motor dan mobil. Tapi jika ingin berkendara dengan lebih aman dan menghindari risiko kematian saat berkendara, Anda bisa menggunakan sabuk pengaman di mobil atau helm pada motor," urainya.

Ia mengutip penelitian yang dipublikasikan oleh Public Health England, di mana vape disebut 95 persen lebih aman daripada rokok. Selain itu, paparan racun akibat penggunaan vape juga jauh lebih sedikit daripada paparan racun ketika merokok.

"Dulu pilihannya adalah berhenti merokok atau mati karena beragam penyakit akibat rokok. Sekarang ada opsi lain, yakni berhenti merokok dan jika tidak bisa, beralih ke produk tembakau alternatif yang lebih aman, seperti rokok elektrik," ungkapnya lagi.

Baca juga: Pro Kontra Cukai Vape, Pakar: Harusnya Pajak Rokok yang Ditinggikan

Dihubungi terpisah, dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) dari RS Paru Persahabatan Rawamangun, menyebut baik rokok konvensional (tembakau) maupun rokok elektrik (vape) sama-sama memiliki bahaya. Meskipun diklaim bebas tar, vape tetap mengandung partikel radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan, dan juga nikotin yang menyebabkan adiksi.

Konsep harm reduction yang disebut oleh para pendukung vape menurutnya juga tidak tepat. Sebabnya, risiko bahaya masih ada walaupun disebut berkurang menjadi lebih kecil.

"Ibaratnya kalau merokok, 10 tahun lagi dia akan kena penyakit, entah itu kanker, penyakit paru atau lainnya. Sementara harm reduction kan pengurangan bahaya, ya bahayanya masih ada, dan nantinya akan terakumulasi, jadi sakitnya 15 tahun lagi," urai dr Agus.

dr Agus juga menyebut nikotin tidak bisa dipandang sebagai zat yang hanya menyebabkan adiksi. Nikotin menurutnya juga tergolong zat berbahaya yang bersifat karsinogenik, dan memiliki risiko bahaya yang sama seperti tar (residu pembakaran para rokok).

Oleh karena itu, menurutnya produk rokok elektrik atau vape sebaiknya dilarang diedarkan di Indonesia. Hal ini untuk mencegah risiko terjadinya beban kesehatan akibat penyakit yang ditimbulkan oleh rokok elektrik.

"Kita sudah kecolongan, rokok dahulu nggak dilarang, hanya diatur, sekarang sudah dihilangkan karena sudah bercampur hingga disebut budaya. Nah ini ada produk dengan risiko bahaya yang sama mau masuk, langsung saja dilarang, jangan diatur supaya nggak masuk lubang yang sama dua kali," tutupnya.

Baca juga: Kata Para Vapers Soal Cukai untuk Rokok Elektrik

(ajg/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit