detikhealth

Halusinasi karena Benzodiazepin, Mungkinkah?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Sabtu, 11/11/2017 08:36 WIB
Halusinasi karena Benzodiazepin, Mungkinkah?Foto: thinkstock
Jakarta, Publik dibuat heboh dengan peristiwa penembakan yang dilakukan seorang suami kepada istrinya. Kepada polisi, sang pelaku yakni dr Helmi mengaku melakukan aksi kejam itu karena mendapat bisikan.

"Sementara ini yang bersangkutan mengaku ada bisikan untuk membunuh istrinya," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan saat dihubungi detikcom pada Kamis 9 November 2017.

Setelah itu, muncul temuan lainnya yang menyatakan hasil tes urine dr Helmi positif mengandung benzodiazepin. Akan tetapi, dr Helmi memberikan keterangan pada polisi bahwa ia memang tengah menggunakan obat Alganax yang memang masuk kategori obat penenang.

Melalui pesan di media sosial, dr Hari Nugroho, dari Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN), menjelaskan bahwasannya benzodiazepin itu merupakan salah satu golongan obat.

Baca juga: Blak-blakan Suami Penembak dr Letty: Dengar Bisikan dan Pakai Obat

"Jenisnya macam-macam misal diazepam, terus alprazolam (ini yg paling banyak disalahgunakan), lorazepam, sampai nimetazepam (kalo di jalanan terkenal dengan istilah happy 5)," ujarnya kepada detikHealth.

Gologan obat ini lazim ditujukan untuk pasien gangguan kejiwaan yang mengalami gangguan kecemasan, gangguan panik, kejang-kejang dan insomnia. Jika digunakan dalam dosis yang tepat, obat ini akan memberikan rasa nyaman dan beberapa menimbulkan rasa kantuk.

Namun tak jarang zat ini juga kerap disalahgunakan hingga menyebabkan perilaku yang tidak diinginkan bahkan membahayakan orang lain seperti misalnya munculnya halusinasi.

Baca juga: Ini Efek Terparah dari Penyalahgunaan Benzodiazepin

"Pada beberapa penelitian memang terekam efek samping demikian, euforia sampai halusinasi, agitasi sampai melakukan tindak kekerasan. Tentu hal ini terjadi jika menggunakan obat ini tanpa kontrol," tutur dr Hari.

Mengenai penyalahgunaannya, dr Hari menuturkan bahwa hal ini bisa dilakukan oleh orang-orang dengan berbagai motif berbeda. Alasan tersebut dapat dilatar belakangi oleh adanya rasa penasaran atau karena lingkungan terdekat misalnya teman-temannya memakai obat tersebut.

"Ada juga yg terkait dengan penggunaan narkoba lain, misal habis memakai sabu atau inex, supaya bisa tidur atau ngurangin basiannya. Ada juga yang self-medication karena ada gejala-gejala gangguan jiwa, entah stress akut, cemas, atau depresi," pungkasnya.

Baca juga: Ragam Efek Samping Penyalahgunaan Obat Penenang Benzodiazepine

(ask/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit