detikhealth

Saking Tercemarnya, Anak Sehat Bisa Mendadak Kena Radang Paru di India

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 13/11/2017 15:00 WIB
Saking Tercemarnya, Anak Sehat Bisa Mendadak Kena Radang Paru di IndiaKualitas udara di India yang sangat buruk mengakibatkan seorang anak mendadak mengalami bronkitis akut. (Foto: REUTERS/Saumya Khandelwal)
Jakarta, Sepekan lalu, seorang anak berusia enam tahun pulang dari sekolah dalam keadaan gelisah dan mengeluh sesak napas. Orang tuanya mengira ia hanya bercanda.

"Saya pikir ia hanya ingin membolos karena setahu saya ia tak memiliki riwayat masalah pernapasan," kata sang ayah.

Namun hanya dalam hitungan jam, bocah laki-laki ini mengalami batuk disertai sesak napas yang sangat buruk. Barulah ia dilarikan ke rumah sakit.

Di rumah sakit, mereka dibuat terkejut dengan diagnosis dokter yang menyatakan bahwa bocah ini terkena serangan bronkitis akut. Untungnya kondisi si anak bisa ditangani.

"Ini serangan yang buruk jadi penanganannya cukup agresif," tegas Dr Prashant Saxena, kepala divisi pulmonologi di Max Smart Super Speciality Hospital seperti dikutip dari BBC.

Pasca dirawat di rumah sakit selama tiga hari, bocah ini diperbolehkan pulang. Hanya saja ia lantas seperti dikurung di dalam rumah ditemani dengan nebuliser dan mendapatkan terapi menghirup uap dua kali dalam sehari, termasuk mengonsumsi steroid dan obat anti-alergi untuk mengatasi kondisinya.

"Kami masih sangat terkejut karena selama ini ia sehat-sehat saja," imbuh sang ayah.

Data tingkat polusi di Delhi beberapa hari ini menunjukkan angka tertinggi: 1.000 mikrogram per meter kubik. Ini adalah angka konsentrasi bahan paling berbahaya di udara yang disebut 'partikulat halus PM2.5'. Padahal menurut rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), batas aman untuk polusi udara tak lebih dari 25 mikrogram per meter kubik.

Untuk itu tim dokter juga telah menetapkan 'kegawatdaruratan kesehatan publik' terkait fenomena polusi udara di Delhi ini serta meminta semua orang untuk lebih banyak berada di dalam rumah saja.

Baca juga: Delhi Dikepung Polusi Asap, Menghirupnya Setara Merokok 44 Batang Sehari

Sejumlah rumah sakit dan klinik pun melaporkan bahwa sebagian besar pasien rawat jalan mengeluhkan batuk, mengi, dan sesak napas, tak peduli orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan di rumah sakit milik negara seperti Max Smart Super Speciality Hospital, angka pasien dengan keluhan ini meningkat hampir 20 persen.

Hal ini tak mengherankan mengingat paru-paru anak biasanya masih belum begitu kuat. Bahkan banyak sekolah di Delhi yang sudah ditutup demi menjaga kesehatan mereka. Sebuah studi menyebut 4 dari 10 anak di Delhi telah mengalami 'gangguan paru-paru serius'.

Namun selain anak-anak, tim dokter juga mewanti-wanti lansia sebagai mereka yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara. Ahli penyakit paru, Karan Madan dari All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) mengatakan polusi dapat memperparah kondisi pasien asma yang stabil.

Mereka bakal dipaksa keluar masuk rumah sakit lagi atau menjalani perawatan dengan nebuliser, suntikan steroid atau bantuan oksigen. "Gejalanya bisa makin memburuk, dan sekalinya kambuh akan memicu penurunan fungsi paru-paru dalam jangka panjang," lanjutnya.

Baca juga: Kurangi Polusi, Menkes Usulkan Pasang Pengisap Debu di Pinggir Jalan(lll/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit