detikhealth

Psikiater

Selalu Percaya Diri Namun Tak Sesuai Ekspektasi, Bagaimana Menyikapinya?

Senin, 20/11/2017 13:08 WIB
Selalu Percaya Diri Namun Tak Sesuai Ekspektasi, Bagaimana Menyikapinya?Selalu percaya diri tapi hasilnya tak sesuai ekspektasi/Foto: Thinkstock
Selamat siang Dok, saya merasa mempunyai pribadi yang unik, di pikiran saya selalu terbesit dan saya tanamkan hal-hal yang luar biasa, seperti mampu untuk percaya diri agar bisa tampil di depan umum, tetapi ketika saya jalankan Dok kadang saya sering gagal.

Kadang ketika saya ingin berbicara panjang lebar di depan kelompok pikiran saya sudah siap dengan materi, tetapi tindakannya tidak seperti yang saya bayangkan. Kadang saya juga sudah melakukan sesuatu hal yang baik tetapi selalu masih kurang puas. Bagaimana agar saya bisa menjalaninya dengan maksimal dan sukses?

Y (Laki-laki, 24 tahun)

Jawaban

Hai Bro,

Apa yang dilakukan sudah baik sebenarnya. Kita memang perlu untuk mensugesti diri kita pada hal-hal yang baik, bahkan kita lakukan sesaat menjelang tidur agar saat kita tidur, otak kita sudah mulai memprogram apa yang akan kita inginkan itu. Biasanya jika kita lakukan secara teratur maka kita akan semakin bisa fokus dalam melakukan apa yang kita rencanakan tersebut. Kegagalan adalah hal yang biasa, semua pemenang awalnya adalah pecundang.

Hal yang paling penting adalah jangan jadikan kegagalan tersebut sebagai sesuatu yang bersifat traumatik. Biasanya orang akan mengatakan saat gagal 'Oh sial, aku gagal', mungkin ada baiknya mengatakan 'Masih ada kesempatan, saat ini belum sempurna, nanti disempurnakan lagi'. Penuhi pikiran dengan hal-hal positif, tapi ingat bahwa hal ini tidak bisa dilakukan hanya sekali-sekali saja tetapi memerlukan latihan.

Terkadang memang ada beberapa orang yang khawatir berada di tempat umum atau dalam kondisi dia diperhatikan orang lain. Biasanya kita menyebutnya sebagai orang yang demam panggung. Tetapi kondisi ini juga ada yang sangat berat sehingga ada kriteria diagnosis gangguan kejiwaan yang berhubungan dengan kondisi ini yang disebut gangguan kecemasan sosial atau lebih dikenal dengan fobia sosial. Hal ini tentunya memerlukan penanganan medis dan juga latihan dalam pelaksanaan terapinya nanti.

Belajar selalu menjadi dasar dari perubahan perilaku, namun kita juga harus mempunyai kemampuan untuk menerima sebagaimana apa adanya jika memang kita sudah berusaha. Jangan membuat diri kita sendiri menjadi kecewa terlalu besar jika memang belum sempurna, tetapi terus belajar dan juga realistis terhadap keadaan yang ada. Semoga bisa membantu.

Salam sehat jiwa.

dr Andri, SpKJ, FAPM
Psikiater, Psychosomatic Medicine Specialist
Klinik Psikosomatik Omni Hospitals Alam Sutera
(021)29779999
Twitter: @mbahndi
www.psikosomatik.net(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close