detikhealth

Bukan Sebabkan Penyakit, Bakteri Ini Justru Mengubah Racun Jadi Emas

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 21/11/2017 16:35 WIB
Bukan Sebabkan Penyakit, Bakteri Ini Justru Mengubah Racun Jadi EmasBukan sebabkan penyakit, bakteri ini justru mengubah racun jadi emas/Foto: Thinkstock
Jakarta, Bakteri berperan penting pada seluruh aspek kehidupan di bumi. Ia bisa berperan sebagai pembawa penyakit, penjaga kesehatan, hingga pendaur ulang berbagai jenis materi termasuk metal.

Nah terkait hal tersebut tahukah kamu bahwa ada beberapa jenis bakteri yang ternyata dapat berperan menciptakan emas padat dari senyawa beracun. Salah satunya adalah bakteri Cupriavidus metallidurans (C. metallidurans) yang telah diuji oleh para peneliti dari Michigan State University pada tahun 2012 lalu.

"Apa yang kami lakukan adalah alkimia mikroba," ujar peneliti Kazem Kashefi seperti dikutip dari Forbes, Selasa (21/11/2017).

Baca juga: Wanita Jepang Terkena Infeksi Bakteri Langka Saat di Pesawat

Menurut Kazem C. metallidurans adalah bakteri yang dapat hidup resistan terhadap senyawa emas klorida. Senyawa tersebut merupakan emas yang berbentuk cairan dan dapat ditemukan secara alami seperti misalnya saja di laut.

Dalam bentuk cairan emas klorida pada dasarnya adalah logam berat dan tidak bermanfaat sama sekali karena merupakan limbah beracun. Namun C. metallidurans dapat mengolah emas klorida mengubahnya menjadi logam emas padat.

"Bakteri ini bisa 'bernapas' dengan emas sama seperti kita bernapas dengan oksigen," ungkap Kazem. Eksperimen menunjukkan bakteri dapat mengubah satu setengah liter air yang telah dicampur dengan emas klorida menjadi sekitar 60 miligram emas dalam seminggu.

Hanya saja memang penemuan ini mungkin tidak akan sampai membuat orang di seluruh dunia jadi tergila-gila mengejar emas. Alasannya menurut Kazem karena tidak efektif.

"Kamu mungkin akan lebih banyak menghabiskan dana menyiapkan emas klorida dan menyadari bahwa emas yang dihasilkan terlalu sedikit," kata Kazem.

Meski tidak dikenal sebagai bakteri patogen, pada beberapa kasus langka C. metallidurans diketahui bisa juga menyebabkan infeksi berbahaya. Studi kasus yang dipublikasi di Journal of Clinical Microbiology tahun 2011 melihat seorang pria berusia 74 tahun mengalami infeksi C. metallidurans.

"Meski spesies Cupriavidus lain seperti C. pauculus, C. gilardii, dan Cupriavidus baru telah dideskripsikan berpotensi menginfeksi manusia, baru kali ini kami menemukan kasus pertama infeksi C. metallidurans," tulis peneliti.

Baca juga: 5 Benda Sehari-hari yang Bisa Jadi Sarang Bakteri(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit