detikhealth

Begini Sikapi Pelaku Pelecehan Seksual yang Berani Aniaya Saksi

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 12/12/2017 18:35 WIB
Begini Sikapi Pelaku Pelecehan Seksual yang Berani Aniaya SaksiMenyikapi pelaku pelecehan seksual yang berani aniaya saksi/Foto: Ilustrasi Thinkstock
Jakarta, Seorang perempuan membuat pengakuan tentang pelecehan seksual yang terjadi di depan mata. Ia sudah merasakan gelagat yang tidak enak saat pertama kali melihat pria yang kemudian dipergokinya melakukan pelecehan seksual di KRL Commuter Line, Kamis (7/12) lalu.

"Tatapannya tajem banget kayak penjahat dan gue udah semakin curiga dan takut. Pas di Manggarai makin banyak dong orang masuk, semakin desek-desekan dan nggak bisa gerak lagi. Kejadiannya pas banget jam 19.01 WIB, gue refleks lihat ke bawah (arah kaki dia) and you know what did he do? Dia ngeluarin anu-nya dan asyik mainin terus ngegesek anunya di bokong mbak-mbak di depan dia yang lagi sibuk main hp dan dengerin musik," tulis perempuan tersebut di Instagram Stories-nya, yang kemudian jadi viral.

Akan tetapi bukan si pelaku yang kaget atau ketakutan, melainkan perempuan itu sendiri sebab si pelaku menatap balik ke arahnta. Ia memutuskan menelepon sang ayah ketika upaya untuk meminta bantuan kepada penumpang di sebelahnya berbuah nihil.

Tak disangka, tiba-tiba si pelaku memegang tangannya erat-erat dan mencakar. Meski sempat melawan, perempuan ini akhirnya keder juga dan berusaha untuk turun di stasiun terdekat.

Namun rupanya si pelaku ikut mengejar. Wanita itu pun berlari turun dari KRL dalam keadaan panik. Beruntung, ia akhirnya bertemu dengan petugas keamanan.

Baca juga: Mengapa Terjadi Pelecehan Seksual di KRL? Ini Kata Psikolog

Menanggapi insiden ini, psikolog klinis dewasa, Christina Tedja, M.Psi, Psikolog, mengatakan kasus ini memang tergolong cukup ekstrem.

"Ya untuk kasus ini, pelaku tidak takut dan berani untuk mengejar saksi," katanya saat dihubungi detikHealth, Selasa (12/12/2017).

Kendati demikian, wanita yang akrab disapa Tina itu mengatakan insiden ini bisa menjadi lebih ekstrem jika sampai pelaku berani melukai saksi atau korbannya.

Untungnya ini tidak terjadi karena saksi berhasil lolos dan meminta bantuan kepada petugas keamanan. Belajar dari kejadian ini, Tina meminta agar korban atau saksi tidak takut untuk meminta tolong.

"Jangan takut berteriak untuk meminta tolong jika terjadi apa-apa. Mencari bantuan orang sekitar," saran psikolog Ciputra Medical Center, Lotte Shopping Avenue, Jakarta tersebut.

Kedua, korban atau saksi harus segera melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. "Tidak ada jaminan tindakan khusus bisa membuat pelaku kapok, karena memang sudah 'seleranya' begitu. Melapor ke pihak berwajib adalah tindakan ideal yang bisa dilakukan," pungkasnya.

Baca juga: Saran Psikolog Jika Menemui Aksi Pelecehan Seksual di KRL

(lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit